Kabupaten Bandung — Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbenihan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Rabu dan Kamis, 14–15 Mei 2025, di Sutan Raja Hotel & Convention Centre, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas petani untuk mendukung pertanian yang lebih cerdas dan berdaya saing.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si. Para peserta bimtek menerima berbagai materi teknis seputar sertifikasi benih unggul, mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
Dengan semangat “Petani Semakin Cerdas, Kabupaten Bandung Lebih Bedas,” bimtek ini diharapkan meningkatkan pemahaman petani terhadap pentingnya penggunaan benih bersertifikat guna mewujudkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Bimtek kali ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari petani, pelaku utama pertanian, serta pemangku kepentingan.
Mereka mendapatkan informasi langsung mengenai regulasi dan teknik pembenihan, serta aktif berdiskusi dan bertanya kepada para narasumber. Keseruan ini menjadi bukti semangat petani dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih berkualitas.
Kelompok Tani Mekar Barokah 354 Pangalengan, yang diwakili oleh PC LDII Pangalengan, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Ustaz Nyanjang, Ketua PAC LDII Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, memimpin doa bersama pada acara puncak Launching Varietas Lokal Tahun 2025, yang digelar pada Kamis, 15 Mei 2025, di hadapan Bupati Bandung dan para tamu undangan.

Bupati Bandung, H. Dadang Supriatna, dalam sambutannya (Kamis, 15/5), mengajak para petani untuk tetap profesional dalam bertani dan tidak mudah tergiur menjual lahan kepada investor. Ia juga mendorong inovasi serta peran aktif petani dalam mendukung Koperasi Merah Putih yang ada di desa masing-masing.
“Koperasi adalah milik kita bersama: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Mari manfaatkan koperasi ini untuk memperkuat ekonomi desa,” tegasnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, bimtek dan launching varietas lokal sangat selaras dengan program 100 Hari Kerja Bupati Bandung yang berfokus pada peningkatan daya saing petani.
“Ini langkah konkret yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Petani harus naik kelas, dan kegiatan seperti ini adalah salah satu caranya,” ujarnya.
Didin juga berharap agar kelompok tani dari LDII dapat menyerap ilmu baru yang diberikan.

“Semoga mereka bisa menjadi petani yang andal dan produktif, khususnya dalam mengembangkan varietas lokal seperti padi Ciparay Wangi, ubi jalar Arnet, dan bawang putih Lumbung Kebo,” tambahnya.







