Margaasih — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, PAC LDII Mekarrahayu menggelar kegiatan korve atau kerja bakti bersama di lingkungan Masjid Baitul A’laa, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu (15/2/2026).
Sekitar 100 warga LDII terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kerja bakti dimulai pukul 06.30 WIB hingga 10.00 WIB dengan sasaran pembersihan area dalam dan luar masjid, gedung serbaguna, selokan di sekitar lingkungan, serta halaman. Kegiatan diikuti secara kompak oleh warga laki-laki dan perempuan, mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dan pendampingan langsung dari Ketua PAC LDII Mekarrahayu Muhkamim, Ketua PC LDII Margaasih Drs. Tisna Permana, jajaran pengurus harian PAC, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Bandung H. Anto, Sekretaris DPD LDII Dinar, Penasihat PC H. Wanto, serta Penasihat PAC H. Sudarsono dan Suparjo Rustam.
Turut hadir pula warga LDII PAC Mekarrahayu yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Korve ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali maupun menjelang hari-hari penting keagamaan.
Tujuannya tidak hanya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan tempat ibadah, tetapi juga mempererat kerukunan dan kekompakan warga.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan suasana masjid dan lingkungan sekitarnya tetap bersih, rapi, serta nyaman sehingga pelaksanaan ibadah selama Ramadan dapat berlangsung dengan khusyuk, tenang, dan penuh keberkahan.







Botram Menjadi Penutup Kegiatan
Suparjo Rustam mewakili DKM Masjid, mengapreasi dan mensyukuri atas terselenggaranya kegiatan Korve Massal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
“Terima kasih kepada seluruh warga LDII termasuk anggota dari PAC LDII Mekarrahayu yang telah melaksanakan amal sholeh kerja bakti,” ucapnya.
“Lingkungan sekitar dan masjid menjadi bersih dengan adanya korve ini,” sambungnya.
“Kegiatan ini berlangsung dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, mudah-mudahan Alloh SWT., memberikan keberkahan, dan kami syukuri Alhamdulillahi Jazakumullohu Khoyro,” pungkas Suparjo.


Kegiatan ditutup dengan makan bersama (botram) sebagai wujud kebersamaan antarwarga.***









