Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sukses menggelar Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Komunikasi Informasi dan Media (KIM) – LDII News Network (LINES) pada Kamis, 13 Februari 2025 sejak pukul 8 malam.
Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh pengurus KIM dari berbagai wilayah di Indonesia, baik tingkat DPW dan DPD.
Diawali dengan pembekalan dari Ketua Departemen KIM DPP LDII, H. Rulli Kuswahyudi. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas KIM-LINES harus senantiasa dengan riang gembira.
“Jangan merasa dibutuhkan, tetapi sadari bahwa kita hanya diberi kesempatan,” ucapnya.
“Artinya, kapan saja orang lain bisa menggantikan kita,” sambung Rulli.
“Sehingga jika merasa dibutuhkan, yang muncul justru kesombongan—seolah-olah tanpa kita, semuanya tidak akan berjalan dengan baik,” imbuhnya memberi perumpamaan.
“Semangat bekerja pun hanya ada ketika mendapat pujian. Namun, saat apresiasi tak diberikan, justru timbul rasa malas,” tuturnya.
Pemaparan Program Kerja dan Sinergi Media
Rakorbid ini berlanjut dengan pemaparan program kerja KIM-LINES tahun 2025 oleh Ludhy Cahyana dan Fachrizal Wicaksono. Kedua pembicara menekankan pentingnya peningkatan kualitas konten serta profesionalisme dalam pengelolaan media digital.
Ludhy Cahyana menambahkan bahwa KIM memiliki peran strategis dalam organisasi, termasuk sebagai juru bicara dalam klarifikasi yang diperlukan.
“Juru bicara harus cakap dan memahami organisasi secara mendalam,” tegasnya.
KIM juga bertugas bersinergi dengan departemen, biro, atau bagian lain dalam merancang materi pemberitaan dan kampanye. Selain itu, KIM bersama TIAT bertanggung jawab membangun website organisasi yang merepresentasikan LDII.
Hal lain dari Ludhy, ia mengungkapkan Jika ada peluang mengembangkan media secara mandiri, hal itu harus diniatkan untuk kemajuan organisasi.
“Asalkan mengikuti kode etik jurnalistik dan tidak melanggar aturan, maka tidak perlu khawatir meski belum memiliki izin pers,” lanjutnya.
Hal lain yang tidak kurang bobot urgensinya yaitu LINES merupakan Kelompok Kerja (Pokja) di bawah Biro KIM yang bertanggung jawab kepada KIM. Dalam strukturnya, KIM mengawasi serta mengontrol keberadaan LINES.
Pendataan Media Publikasi LDII
Salah satu agenda utama Rakorbid ini adalah laporan pendataan media publikasi LDII yang mencakup tiga aspek utama: website, YouTube, dan akun media sosial. Laporan ini disampaikan oleh Frediyansah Firdaus (Website), Faqihu Soleh (YouTube), dan Faisal Dzulfikar (Media Sosial).
Faisal Dzulfikar mengungkapkan bahwa Facebook masih menjadi platform utama bagi generasi X dan boomer, sementara generasi muda lebih aktif di Instagram, TikTok, dan Twitter (X).
“Generasi yang lebih tua tetap aktif di Facebook karena terbiasa, memiliki jaringan sosial yang kuat, dan menganggapnya sebagai sumber berita yang lebih familiar,” jelasnya.
Tugas utama LINES/KIM adalah membangun dan memperkuat LDII TV, bukan sebaliknya. Artinya, LINES/KIM bertanggung jawab menciptakan, mengelola, dan menyebarkan konten guna memperkuat citra LDII TV.
Strategi Optimasi SEO Google Discover dan Distribusi Konten
Dalam sesi tanya jawab, DPD LDII Kabupaten Bandung menanyakan strategi teknis optimasi SEO di Google Discover.
Menanggapi hal ini, Frediyansah Firdaus menyampaikan tiga komponen utama dalam membuat artikel yang berpotensi muncul di Google Discover, yaitu prominensi, uang, dan prestasi.
Ia menegaskan bahwa konten populer sering berkaitan dengan nilai ekonomi dan prestasi yang diangkat. Namun, penting untuk tetap objektif dan faktual dan tidak hoax.
Rulli Kuswahyudi menambahkan bahwa optimalisasi artikel dalam Google Discover membutuhkan kombinasi antara media sosial dan WhatsApp grup.
“Distribusi konten yang efektif akan memperbesar jangkauan dan dampak informasi,” katanya.
Strategi distribusi yang efektif meliputi:
- Membagikan artikel di media sosial (Facebook, Instagram, Twitter/X, dan TikTok) untuk menjangkau audiens lebih luas.
- Mendistribusikan di grup WhatsApp guna komunikasi yang lebih personal dan berbasis komunitas.
Selain itu, kombinasi antara website dan media sosial menjadi kunci dalam membangun citra dan kredibilitas LDII. Website berfungsi sebagai pusat informasi resmi, sementara media sosial membantu penyebaran cepat dan interaksi langsung dengan audiens.
Berikut adalah contoh artikel yang memenuhi syarat Google Discover, sehingga dapat meningkatkan nilai viralitas.


Acara ditutup dengan arahan dari H. Rulli Kuswahyudi serta doa bersama yang dipimpin oleh Frediyansah Firdaus.
Dengan terselenggaranya Rakorbid ini, diharapkan LDII semakin solid dalam membangun jaringan komunikasi dan informasi yang efektif guna mendukung dakwah dan syiar Islam yang lebih luas.







