CIMAHI (30/11/2025) — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Cimahi bersama LDII Kabupaten Bandung Barat menggelar Festival Tahfidz Al-Quran 2025 di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Baitul Izzah, Cipageran.
Sebanyak 21 santri tingkat sekolah dasar menampilkan kemampuan menghafal Al-Quran di hadapan pembina dan orang tua.
Festival tahfidz yang telah berjalan lima tahun ini menjadi program rutin pembinaan keagamaan untuk siswa SD kelas 1 hingga 6.
Abdul Muhfid, Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Kota Cimahi, menyampaikan apresiasi atas perkembangan hafalan para santri.
“Alhamdulillah, guru ngaji bisa mempersiapkan anak-anak sejak dini. Hafalannya cukup bagus, bahkan ada yang sudah hafal dua juz,” ujarnya.
Muhfid menegaskan tujuan program ini adalah menumbuhkan kecintaan membaca Al-Quran sejak dini.
“Anak itu seperti kita mengukir di atas batu. Prosesnya sulit, tapi kalau sudah terukir, hilangnya lama,” katanya, mengibaratkan pentingnya pendidikan karakter sejak kecil.
Wakil Ketua LDII Kota Cimahi, Fauzan Hadi, menekankan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi hafalan.
“Harapannya, dengan hati, jiwa, dan pikiran dipenuhi ayat-ayat Al-Quran, anak-anak ini terminimalisir melakukan hal-hal buruk dan bisa menjadi contoh bagi teman-temannya,” jelasnya.
Selain tahfidz, LDII juga menekankan pendidikan akhlakul karimah melalui 29 karakter luhur yang dirancang untuk menyongsong era kemajuan Indonesia.
Poppy Yunita, orang tua salah satu peserta, mengaku bangga atas pencapaian putranya.
“Pertama, keinginan dari anaknya sendiri. Kedua, alhamdulillah rumah dekat masjid dan para pembimbingnya luar biasa,” ungkapnya.
Ia menekankan motivasi jangka panjang.
“Hafal Quran bukan jangka pendek, tetapi jangka panjang. Mereka akan memberikan mahkota terhadap kedua orang tuanya di akhirat,” tuturnya.
Fauzan menambahkan, dampak positif program ini diharapkan menular ke masyarakat luas.
“Mentor harus mendidik secara detail, tidak hanya menuntaskan hafalan, tetapi juga mengajarkan makharijul huruf, tajwid, dan intisari ayat sejak dini. Hal tersebut akan terbawa sampai dewasa,” pungkasnya.
Festival Tahfidz Al-Quran ini menjadi bukti komitmen LDII dalam membangun generasi Qurani yang kuat dalam hafalan sekaligus kokoh dalam karakter.
Di tengah gempuran era digital, menanamkan kecintaan Al-Quran sejak dini menjadi investasi berharga bagi masa depan anak-anak Indonesia.***






