ldiikabbandung.or.id — Masa liburan sekolah tak hanya dimaknai sebagai waktu bermain. Bagi anak-anak binaan PAC LDII Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, liburan kali ini diisi dengan penguatan akhlak melalui program Asrama Caberawit.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Ahya ini menjadi wujud nyata komitmen LDII terhadap pendidikan karakter generasi penerus, selaras dengan salah satu Tri Sukses LDII yang meliputi: Alim/Fakih (memahami dan menguasai ilmu agama), Akhlakul Karimah (berbudi pekerti luhur), dan Mandiri (mampu berdikari secara finansial maupun sosial).
Penasehat setempat sekaligus pengajar, H. Arif Jamaludin, menjelaskan bahwa asrama kali ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian materi yang sistematis, mulai dari teori hingga simulasi langsung.
Dari Teori ke Simulasi Adab Sehari-hari
“Pada hari pertama, Selasa (30/6/2026), anak-anak kami ajarkan teori tentang 29 Karakter Luhur. Namun, teori saja tentu tidak cukup. Ilmu harus dipraktikkan agar membekas,” ujar Arif, di sela kegiatan, Kamis (2/7/2026).
Memasuki hari kedua, materi difokuskan pada praktik adab praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Anak-anak diajarkan cara menata sandal dengan rapi, etika bersalaman ketika bertemu orang lain, hingga adab berjalan di depan orang yang lebih tua.
Teori tersebut disimulasikan langsung dengan melibatkan peran aktif orang tua.
“Kami buat simulasi di mana orang tua duduk, lalu anak-anak mempraktikkan cara berjalan dan bersalaman dengan benar. Ini agar ilmu langsung membekas dalam ingatan dan kebiasaan mereka,” tambahnya.
Praktik Ibadah dan Kebersamaan Lewat ‘Botram’
Hari ketiga, Kamis (2/7/2026), agenda diisi dengan praktik salat dan bacaan yang benar sesuai tuntunan.
Puncak kegiatan ditutup dengan suasana kekeluargaan yang hangat melalui tradisi botram — makan bersama dalam satu nampan sebagai simbol kebersamaan.
“Hari ini sekaligus penutupan. Kami isi dengan acara ramah tamah dan mempertebal kerukunan dengan makan bersama atau botram,” ungkap Arif.
Peran Vital Orang Tua, Kehadiran Capai 98 Persen
Kesuksesan Asrama Caberawit di Masjid Nurul Ahya ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pengurus, pengajar, dan orang tua. Arif menyebutkan, setiap kegiatan dibantu oleh tiga orang asisten yang merupakan orang tua dari anak-anak yang hadir.
Menurutnya, orang tua memegang peran vital di tempat tinggal masing-masing untuk terus memantau perkembangan karakter anak. Evaluasi rutin pun dilakukan saat agenda konsolidasi PAC LDII Banyusari.
Kerja keras panitia membuahkan hasil yang membanggakan. Arif mengungkapkan, tingkat kehadiran anak-anak mencapai 98 persen — sebuah angka yang menunjukkan antusiasme tinggi dari warga.

Foto dan Kegiatan Asrama Liburan di Tempat Lain
Tidak saja di PAC LDII banyusari, kegiatan asrama mengisi liburan sekolah pun dilakukan di PC LDII lainnya.
Asrama Pengajian Anak-anak Caberawit di PC LDII Soreang dilaksanakan di Masjid Roudhotul Jannah.


Asrama Pengajian Anak-anak Caberawit di PC LDII Katapang dilaksanakan di Masjid Manbaul Huda.

Asrama Pengajian Anak-anak Caberawit di PC LDII Pasirjambu Ciwidey dilaksanakan di Masjid Baitul Haq.

“Kami merasa senang serta bersyukur atas perhatian dari para orang tua. Terbukti dukungan mereka sangat antusias, baik secara moral maupun material. Semoga apa yang ditanamkan selama tiga hari ini terus tumbuh menjadi karakter yang melekat pada anak-anak kita,” tutup Arif.***





