Jombang, Jawa Timur — Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan pembinaan generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing merupakan investasi strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang dibuka Gibran Rakabuming Raka di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Senin (29/6/2026).
Menurut Dody, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, dan ketidakpastian global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“LDII sangat peduli dan berkepentingan terhadap lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Di era ketidakpastian dan perubahan kondisi global yang begitu cepat, diperlukan generasi yang berakhlak mulia, beriman, memiliki ketakwaan yang tinggi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berjiwa mandiri,” ujar Dody.
Pembinaan Generasi Profesional Religius
Dody menjelaskan, komitmen tersebut telah menjadi program strategis LDII sejak Musyawarah Nasional VII LDII melalui penguatan konsep pembentukan generasi profesional religius.
Menurutnya, generasi dengan karakter tersebut sangat dibutuhkan untuk mengelola potensi sumber daya alam Indonesia secara optimal sekaligus menghadapi dinamika persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.
“Mereka sangat dibutuhkan negara untuk mengelola sumber daya alam Indonesia yang begitu besar dan berharga menuju Indonesia Emas di tengah polarisasi pengaruh kekuatan global,” katanya.
Selaras dengan Pesan Wapres Gibran
Dody menilai pesan yang disampaikan Wapres Gibran mengenai pentingnya membangun kemandirian pemuda sejalan dengan komitmen LDII dalam membina generasi penerus melalui pendidikan karakter, kepemimpinan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia mengungkapkan, DPP LDII bersama para alumni Pondok Pesantren Wali Barokah, Pondok Pesantren Gadingmangu, dan Pondok Pesantren Al Ubaidah menjadi mitra dalam pembinaan generasi muda.
Karena itu, LDII turut diundang memberikan materi mengenai strategi pembinaan serta kaderisasi calon pemimpin bangsa di berbagai bidang.
“Sebagai mitra utama pondok-pondok pesantren, kami memberikan materi mengenai strategi pembinaan dan kaderisasi generasi muda sebagai calon-calon pemimpin negeri ini di berbagai bidang,” ujarnya.
Permata CAI Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Dody menambahkan, penyelenggaraan Permata CAI tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan tahunan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memiliki jiwa mandiri, semangat pengabdian kepada masyarakat, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan sehingga mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.***






