Baleendah – Masjid Baitul A’mal berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPD LDII Kabupaten Bandung, Muhammad Yusuf, S.Pd., usai mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.
“Kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 memberikan pemahaman penting mengenai akurasi arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026 bertepatan dengan momentum Rashdul Kiblat, yakni saat posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda tegak dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Yusuf turut melakukan verifikasi arah kiblat di Masjid Baitul A’mal.
Atas partisipasinya, Kementerian Agama RI menerbitkan Sertifikat Peserta Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, sekaligus memberikan sertifikat kepada Masjid Baitul A’mal sebagai peserta yang telah mengikuti proses verifikasi arah kiblat.

Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan program Kementerian Agama RI yang bertujuan meningkatkan akurasi arah kiblat masjid, musala, perkantoran, fasilitas umum, hingga rumah tinggal melalui pemanfaatan fenomena astronomi Rashdul Kiblat.
Melalui gerakan ini, masyarakat diajak melakukan kalibrasi arah kiblat secara mandiri maupun bersama petugas, sehingga arah kiblat tempat ibadah dapat dipastikan sesuai dengan posisi Ka’bah.
Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Bandung, H. Yayat Hernawan, B.Sc., mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memastikan arah kiblat secara tepat berdasarkan metode ilmiah yang telah diakui.
Ia berharap Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masjid, musala, maupun rumah ibadah yang memiliki arah kiblat yang akurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah umat.
Program ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman keagamaan berbasis ilmu pengetahuan serta mendorong pemanfaatan fenomena alam sebagai sarana edukasi bagi umat Islam.***








