RANCAEKEK – Umat Islam dapat memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam untuk memastikan ketepatan arah kiblat.
Fenomena yang terjadi dua kali dalam setahun ini berlangsung saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah di Makkah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Rancaekek bersama PAC LDII Desa Bojongloa dengan menggelar pengamatan Rashdul Qiblat di halaman Masjid Ar Robbani, Jalan Kaktus Raya Blok Lembang Kaliage RT 01 RW 13, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Berkiblat itu dilaksanakan tepat pukul 16.27 WIB, saat Matahari berada pada posisi yang memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat secara langsung melalui bayangan benda yang berdiri tegak.
Dalam pelaksanaannya, pengamatan dilakukan menggunakan alat sederhana berupa tiang yang dipasang tegak lurus dengan mengacu pada waktu yang telah disesuaikan secara akurat. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung proses pengamatan.
Hasil verifikasi menunjukkan arah kiblat Masjid Ar Robbani telah sesuai dengan hasil pengamatan Rashdul Qiblat, sehingga arah saf salat yang selama ini digunakan dinyatakan tetap akurat.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua DKM Masjid Ar Robbani, H. Agus Riyanto, bersama jajaran pengurus PC LDII Kecamatan Rancaekek dan PAC LDII Desa Bojongloa.
Selain memastikan ketepatan arah kiblat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan fenomena astronomi dalam pelaksanaan ibadah.
Rashdul Qiblat dinilai sebagai metode sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi apabila dilakukan pada waktu yang tepat.

Melalui kegiatan tersebut, PC LDII Kecamatan Rancaekek berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan arah kiblat berdasarkan metode ilmiah yang dapat dimanfaatkan setiap kali fenomena Rashdul Qiblat terjadi.***
KONTRIBUTOR: AHMAD FAUZAN (KIM LINES Rancaekek)







