Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Cimahi bertandang ke Kabupaten Subang untuk menggelar pertandingan persahabatan pada Minggu (30/11/2025).
Pertandingan yang berlangsung di lapangan Masjid Nurussalam ini diikuti 200 peserta dari berbagai kategori usia, sekaligus menjadi ajang menanamkan mental juara dan memperkuat 29 karakter luhur generasi muda.
Empat kelompok usia terlibat dalam pertandingan, yakni 10, 11, 14, dan 15 tahun, ditambah laga hiburan antara pemain veteran dari kedua daerah. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahim sekaligus menambah jam terbang para pemain muda.
Ketua FORSGI Kota Cimahi, Fachsinudin, SE, menyambut baik undangan dari FORSGI Subang.
“Kegiatan seperti ini dapat menciptakan mental bertanding untuk anak-anak agar lebih mampu bersaing sebagai atlet dan di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengakui kualitas pemain Subang, khususnya di kategori usia 10 tahun, cukup baik. Kekalahan tim Cimahi dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan.
FORSGI Cimahi secara rutin berlatih di Lapangan Tembak Gunung Bohong.
Fachsinudin berharap pemain binaannya kelak dapat berkembang menjadi atlet profesional yang bergabung dengan klub besar seperti Persib atau masuk sistem pembinaan PSSI.
“Kami akan aktif mengikuti kompetisi Festival FORSGI Jawa Barat. Pemenang akan dikirim ke ajang nasional Piala Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” tambahnya.
Sementara itu, Dedi Suryadi, Pengurus Bimbingan dan Prestasi FORSGI Subang, menegaskan persiapan tim dilakukan dengan membentuk panitia lokal dan latihan intensif.
“Anak-anak supaya mentalnya semakin bagus, pengalamannya bertambah, jam terbangnya nambah, bisa mengenal FORSGI antarkota kabupaten, dan anak-anak bisa bermain dengan lepas dan gembira,” katanya.
Razqa, peserta kategori usia 14 tahun, mengaku senang mengikuti pertandingan ini.
“Sangat senang karena di sini belajar banyak hal baru tentang penguasaan lapangan, kontrol bola, kerja sama tim, dan dapat banyak teman baru juga,” tuturnya.
Pertandingan persahabatan antardaerah semacam ini dinilai efektif membentuk karakter luhur dan mental juara generasi muda.
Selain mengasah kemampuan teknis, peserta juga belajar sportivitas, kerja sama tim, serta membangun jaringan pertemanan lintas wilayah yang mendukung perkembangan sepak bola usia dini di Indonesia.***






