Bandar Lampung (05/12) – Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, dr. Aditya, bersama Wakil Sekretaris menghadiri Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KI Award) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024.
Acara tersebut digelar oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada Rabu malam (04/12).
Acara ini pun dihadiri oleh 196 Badan Publik dari seluruh Provinsi Lampung, termasuk Forkopimda, perwakilan organisasi masyarakat (ormas), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten/kota, media massa, serta tamu undangan lainnya.
Malam Anugerah KI Award merupakan puncak dari proses monitoring dan evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Badan Publik dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung, Erizal, dalam laporannya menyampaikan bahwa Monev KIP dilaksanakan dari Juli hingga November 2024.
Penilaian ini mencakup 10 kategori utama, yaitu:
- Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung,
- Pemerintah kabupaten/kota,
- Instansi vertikal,
- Sekolah Menengah Atas (SMA) terpilih,
- Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),
- Perguruan tinggi,
- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota,
- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten/kota, dan
- Pemerintah desa.
LDII Lampung Hadiri Malam Anugerah KI Award 2024, Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik
“Dari 105 Badan Publik yang berpartisipasi dengan mengisi Self-Assessment Questionnaire (SAQ), 30 di antaranya berhasil meraih penghargaan dalam tiga kategori: Informatif, Menuju Informatif, dan Cukup Informatif,” ujar Erizal.

Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, dr. Aditya, memberikan apresiasi terhadap konsistensi pelaksanaan KI Award yang rutin diadakan setiap tahun dan terus menunjukkan peningkatan jumlah Badan Publik yang menerima penghargaan.
“Kegiatan ini perlu terus dilanjutkan, karena mampu memotivasi Badan Publik lainnya untuk terus memperbaiki sistem keterbukaan informasi guna mencapai hasil yang lebih baik,” ungkap Aditya saat menghadiri acara tersebut.







