Pangalengan — Suasana akhir pekan di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (24/1/2026), dimanfaatkan DPD LDII Kabupaten Bandung untuk mempererat silaturahmi dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung.
Pertemuan nonformal tersebut berlangsung di Pemancingan Cimenteng Indah dalam suasana santai, akrab, dan penuh kehangatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, KH Dr. Yayan Hasuna Hudaya, M.M.Pd., didampingi Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bandung, H. Harry Yuniardi, beserta jajaran pengurus MUI Kabupaten Bandung.

Dari pihak LDII, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, hadir bersama jajaran Dewan Penasihat (Wanhat) yang terdiri atas H. Usman Ali, H. Ade Rukmanto, serta pengurus DPD LDII Kabupaten Bandung lainnya termasuk H. Setyanto, dan H. Odang.
Dalam sambutannya, Didin Suyadi memperkenalkan jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Bandung yang turut hadir.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan keakraban tersebut juga menjadi momentum untuk berdiskusi mengenai dinamika roda organisasi LDII di tingkat kabupaten sekaligus membuka ruang dialog dan masukan dari MUI.

Diskusi berlangsung cair namun substansial. Sejumlah masukan konstruktif disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bandung, H. Harry Yuniardi, serta Wakil Ketua MUI Kabupaten Bandung yang juga Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi.
Kepada redaksi, Didin mengungkapkan bahwa kegiatan memancing ini merupakan bagian dari rangkaian agenda menuju Musyawarah Daerah (Musda) LDII Kabupaten Bandung yang direncanakan digelar pada pertengahan tahun 2026.
Agenda tersebut turut disosialisasikan di hadapan jajaran MUI, termasuk rencana pelaksanaan seminar dan forum diskusi kelompok terarah (FGD) sebagai rangkaian road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung 2026.



Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bandung, H. Harry Yuniardi, mengapresiasi pertemuan tersebut dan berharap hubungan baik antara MUI dan LDII dapat terus terjaga. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang terbangun secara intens akan memudahkan sinergi antarormas keagamaan dalam membina umat.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai penengah sekaligus memberikan masukan strategis bagi LDII. Ia menegaskan bahwa peran tersebut dijalankan demi kepentingan umat dan penguatan moderasi beragama.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, KH Yayan Hasuna Hudaya, M.M.Pd., menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut.
Ia menilai pertemuan nonformal seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan antarormas Islam di Kabupaten Bandung.
“Silaturahmi antara MUI dan ormas Islam, termasuk LDII, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kegiatan seperti ini juga bagian dari ikhtiar kita bersama dalam membina umat,” ujarnya.
Yayan menambahkan, keberadaan dan aktivitas LDII di Kabupaten Bandung berjalan dengan baik dan kondusif. Ia berharap sinergi dan koordinasi antara MUI dan LDII, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus terpelihara ke depannya.
“MUI dan LDII sama-sama organisasi yang memiliki struktur jelas. Jika ada kebijakan dari pusat, di daerah tentu akan mengikuti. Sejauh ini, LDII di Kabupaten Bandung saya lihat berjalan baik dan kondusif, baik secara internal maupun dalam hubungan dengan masyarakat,” pungkasnya.***








