Gadingmangu (15/12/2024) – Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan dengan mengadakan pelatihan ekonomi sirkuler bagi santri putri. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu ini mengajarkan cara mengolah limbah non-B3 menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan.
Pelatihan yang dipimpin oleh Erni Suhaina Ilham Fadzry, pengurus Departemen Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL), berhasil menarik perhatian peserta. Erni, peraih tiga Rekor MURI di bidang pemanfaatan limbah non-B3, memberikan panduan praktis kepada 36 santri putri.
Fokus kegiatan adalah memanfaatkan limbah non-B3 menjadi berbagai produk kreatif seperti bunga, dompet, tas, dan tempat pensil. Erni menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah mendukung konsep zero waste dengan menciptakan lingkungan pesantren yang bersih dan ramah lingkungan.
“Selain menanamkan nilai-nilai 29 karakter luhur, kami ingin para santri peduli terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan limbah sebagai peluang usaha,” ujar Erni.
Para peserta menunjukkan semangat tinggi selama pelatihan. Salah satu santri mengungkapkan rasa bangganya karena sampah yang biasa dianggap tidak bernilai ternyata dapat diubah menjadi produk menarik.
“Saya sangat senang karena ternyata sampah yang biasanya dijual begitu saja bisa diolah menjadi hiasan menarik seperti buket dan tas,” ungkap salah satu peserta.
Ponpes Gadingmangu Dorong Kesadaran Lingkungan Melalui Pelatihan Praktis Konsep Zero Waste
Kegiatan ini memiliki tujuan besar, yakni mengurangi limbah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, para santri didorong untuk mulai memilah limbah dari rumah dan memanfaatkan bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan pribadi atau peluang usaha.
Erni menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan menjadikan santri sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyebarkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah, dimulai dari langkah kecil seperti memilah sampah organik dan anorganik.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Ponpes Gadingmangu dalam mencetak generasi santri yang peduli lingkungan dan berdaya guna. Dengan memadukan pendidikan agama dan keterampilan lingkungan, pesantren ini menciptakan program-program inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.
Mengusung semangat “Mari memilah sampah, sebagai langkah sederhana menuju perubahan besar,” Ponpes Gadingmangu berharap kegiatan ini membawa dampak positif jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun para santri.









