SUKAMARA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sukamara mengadakan audiensi dan silaturahim dengan Irwan selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukamara, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah pada Senin (20/1/2025).
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama serta mendiskusikan peran aktif LDII dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Ketua DPD LDII Sukamara, Ratmojo, bersama Sekretaris Sutratno, diterima langsung oleh Kajari Sukamara, Irwan, yang turut didampingi oleh Kasubag Bin Damiri, Kasi Pidsus Sri Zaenal, serta jajaran Kejari lainnya.
Dalam sambutannya, Irwan mengungkapkan apresiasinya terhadap kunjungan LDII. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini membuka peluang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Kejaksaan Negeri dengan organisasi masyarakat seperti LDII.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Dengan silaturahim semacam ini, kami dapat lebih memahami kontribusi LDII, apalagi melalui majalah Nuansa yang diberikan. Ini menjadi jendela informasi tentang kiprah LDII di berbagai daerah,” tutur Irwan.
Kajari Sukamara juga mendorong LDII untuk terus aktif dalam kegiatan dakwah, khususnya di masjid-masjid, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Selain itu, Irwan mengusulkan agar anggota LDII Sukamara turut andil dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) di Kejari Sukamara, demi memperkuat peran sosial organisasi tersebut.
“Saya berharap dapat melihat langsung kegiatan LDII di lapangan. Dengan sinergi bersama Forkopimda, manfaatnya tentu akan semakin luas, terutama dalam menyelesaikan permasalahan sosial,” tambahnya.
Ketua DPD LDII Sukamara, Ratmojo, memaparkan berbagai kegiatan yang rutin dilaksanakan LDII, seperti pembinaan keagamaan melalui pengajian yang menyasar seluruh kalangan, dari anak-anak hingga remaja dan dewasa.

“Harapan kami, melalui pertemuan ini, silaturahim antara LDII dan Kejari Sukamara semakin erat dan mampu membuka kerja sama di berbagai bidang demi kepentingan masyarakat,” ujar Ratmojo.









