Soreang — Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna dan diikuti unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bandung.
Dalam amanatnya, Bupati Bandung menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi persoalan penjajahan fisik, melainkan bagaimana menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, serta memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurutnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional maupun Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bahwa Indonesia dibangun melalui semangat persatuan, pendidikan, serta kesadaran kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjutnya, berupaya menerjemahkan semangat tersebut melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, mulai dari penguatan layanan pendidikan, peningkatan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan generasi muda.
“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat, termasuk generasi muda yang agamis, berbudaya, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Bandung juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai bencana banjir dan longsor yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan sungai, saluran air, serta menghindari perilaku membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, menegaskan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, toleransi, gotong royong, serta kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk mengingat kembali bahwa Indonesia dibangun oleh semangat persatuan dalam keberagaman. Pancasila adalah perekat bangsa yang mampu menyatukan perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan,” ujar Didin usai mengikuti upacara.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa sehingga perlu dibekali tidak hanya kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga akhlakul karimah, wawasan kebangsaan, serta rasa cinta tanah air.
Menurutnya, LDII Kabupaten Bandung terus berkomitmen membangun karakter generasi muda melalui pembinaan keagamaan, pendidikan moral, penguatan wawasan kebangsaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang menumbuhkan semangat gotong royong.
“Indonesia Emas 2045 tidak cukup dipersiapkan dengan generasi yang cerdas secara intelektual. Kita membutuhkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki rasa persatuan, dan mampu menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Didin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas, mempererat persaudaraan, serta menghindari berbagai bentuk provokasi yang dapat memicu perpecahan.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata. Dengan semangat kebersamaan dan akhlakul karimah, mari kita jaga Indonesia agar tetap kuat, rukun, dan bersatu,” pungkasnya.***








