Kabupaten Bandung (22/6/2025) — Setiap insan tentu mendambakan pernikahan. Namun, hanya sedikit yang berani melangkah ke jenjang tersebut dengan segera.
Banyak generasi muda merasa belum siap secara mental maupun materi. Sebagian masih ingin mengejar impian pribadi—seperti menyelesaikan pendidikan, memantapkan karier, atau membahagiakan orang tua.
Sebagian laki-laki ingin terlebih dahulu mapan secara finansial, memiliki tempat tinggal, atau menunaikan tanggung jawab keluarga.
Sementara itu, sebagian perempuan menetapkan standar pasangan berdasarkan status sosial dan pekerjaan. Akibatnya, ketika datang laki-laki dengan niat serius namun belum terlihat mapan, lamarannya pun ditolak.
Padahal Allah SWT menciptakan manusia secara berpasang-pasangan untuk membentuk keluarga dan keturunan.
Jika niat menikah dilandasi untuk meraih ridho Allah, maka keberkahan dan pintu rezeki akan terbuka bagi keduanya.
Diriwayatkan dalam sebuah hadis, “Apabila salah satu di antara kalian menikah, maka setan akan berteriak, ‘Celaka! Anak Adam telah menjaga separuh agamanya.’” (HR. Abu Ya’la dan Ad-Dailami)
Atas dasar itu, DPD LDII Kabupaten Bandung menggelar kegiatan pembekalan pernikahan bertajuk “Menyusuri Jejak: Antara Cinta, Logika, dan Realita” pada Minggu, 22 Juni 2025, bertempat di Masjid Baitul Amal, Kecamatan Baleendah.
Kegiatan ini diikuti oleh 460 generasi penerus (generus) LDII dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Bandung.
Acara menghadirkan dua narasumber, yakni Miswar Ansori dan Wiyono, yang dikenal sebagai pembina keluarga sakinah sekaligus praktisi pembinaan remaja dan rumah tangga Islami.
Dalam pemaparannya, para narasumber mengajak generus untuk memahami pernikahan sebagai ibadah dan bentuk tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan niat, ilmu, dan akhlak.
Pernikahan bukan sekadar urusan perasaan, tetapi juga soal logika, kesiapan spiritual, dan kematangan dalam berpikir serta bertindak.
“Menikah adalah sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan. Bagi siapa yang berniat karena Allah dan siap berproses, maka Allah akan mudahkan jalannya dan cukupkan rezekinya,” ujar Miswar.
Peserta tampak antusias mengikuti acara. Banyak pertanyaan yang muncul seputar jodoh, kegalauan hati, hingga ketakutan menghadapi realitas rumah tangga.
Kegiatan ini pun menjadi ruang terbuka bagi generus untuk mengungkapkan keresahan mereka secara jujur dan konstruktif.
Ketua Pelaksana, M. Siddiq Ashobar, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya LDII dalam membekali generasi mudanya agar siap menghadapi jenjang pernikahan secara matang, bukan hanya dari sisi cinta dan perasaan, tetapi juga dari sisi keimanan dan tanggung jawab sosial.
“Anak-anak muda saat ini seringkali ragu bukan karena tidak ingin menikah, tapi karena tidak tahu harus memulai dari mana. Melalui forum ini, kami ingin membekali mereka dengan pemahaman yang utuh dan realistis,” ujarnya.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan seruan kepada generus agar menjaga pergaulan, memperkuat akhlak, serta memantaskan diri untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kontributor & Foto: Mulki







