Sumedang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Graha Aulia, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyelaraskan program kerja antara pusat dan daerah di tengah dinamika nasional maupun global.Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya menegaskan pentingnya organisasi yang agile atau lincah dalam merespons perubahan zaman.
Menurutnya, kepengurusan LDII saat ini mengusung konsep fresh look agar lebih cepat beradaptasi dan efektif menjalankan program organisasi.
“Nanti juga komplit dengan tipe-tipe kepengurusan, ada yang konseptor atau thinker, eksekutor, dan juga ambassador yang mampu berkomunikasi dengan para tokoh,” ujar Dody.
Dalam kesempatan itu, Dody juga memaparkan rencana strategis LDII melalui kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) lewat program “Desa Binaan Tematik”.
Program tersebut dirancang untuk mendorong pembangunan berbasis masyarakat dengan warga LDII sebagai penggerak utama di desa percontohan.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran LDII untuk mengimplementasikan delapan bidang pengabdian organisasi, meliputi kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, hingga energi baru terbarukan.
Menurutnya, seluruh program tersebut harus dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.
Di tengah situasi global yang dinamis, termasuk fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), Dody juga mengingatkan warga LDII agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi provokatif yang dapat memecah persatuan.
“Ikuti informasi yang benar, tetap tenang, dan jaga kerukunan serta kekompakan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun menegaskan komitmen DPW dalam menindaklanjuti arahan DPP LDII.
Salah satunya melalui percepatan pembangunan kantor DPD serta pelaksanaan program capacity building untuk meningkatkan kualitas sumber daya organisasi.
Dicky juga menekankan pentingnya distribusi hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Wilayah (Muswil) hingga ke tingkat bawah, disertai penguatan konsolidasi melalui kunjungan DPW ke DPD di berbagai daerah.
“Kami juga mendorong agar kegiatan Rakorwil dapat direplikasi di tingkat daerah bersama PC dan PAC,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPW LDII Jawa Barat telah meresmikan Penggerak Pembina Generus (PPG) sebagai kelompok kerja (Pokja), sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung.
Selain itu, Dicky menegaskan pentingnya sinergi antara Dewan Penasihat (Wanhat) dan pengurus dalam menjalankan program organisasi, termasuk pengelolaan dukungan dan hibah daerah secara tertib serta transparan.
Melalui Rakorwil tersebut, LDII Jawa Barat diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah organisasi, mencetak generasi berakhlakul karimah, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.








