Baleendah — Dalam rangka menyongsong Musyawarah Daerah (Musda) VIII, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serbaguna Yayasan Qurrota A’yun, Baleendah, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini diikuti pengurus PC dan PAC se-Kabupaten Bandung, serta menghadirkan narasumber dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bandung, Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung, dan DPW LDII Jawa Barat.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan partisipasi narasumber yang lengkap.
“Indikator keberhasilan FGD hari ini adalah kehadiran lengkap para narasumber. Ini menjadi kebanggaan dan rasa syukur bagi kami,” ujarnya.
Didin menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai akhlakul karimah di tengah keberagaman masyarakat. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus yang telah menyukseskan agenda tersebut.
FGD tersebut terbagi dalam dua sesi utama, yakni penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Dalam sesi kebangsaan, peserta mendapatkan materi bertema mengokohkan persatuan bangsa dan cinta tanah air di tengah keberagaman.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir memberikan materi, di antaranya perwakilan Kesbangpol, Kementerian Agama, Kejaksaan, serta Kodim 0624 Kabupaten Bandung.
Para narasumber memberikan perspektif strategis dan aplikatif dalam menjaga kerukunan dan persatuan.
Peserta yang hadir tidak hanya dari jajaran pengurus DPD, tetapi juga ketua PC, PAC, serta perwakilan pondok pesantren dan boarding school di bawah naungan LDII.
Menurut Didin, seluruh materi yang disampaikan dinilai inspiratif dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Materi yang disampaikan tidak hanya inspiratif, tetapi juga memberikan nilai-nilai faktual yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap hasil FGD ini dapat menjadi bekal strategis bagi para pengurus, khususnya dalam menyusun program kerja LDII lima tahun ke depan melalui Musda VIII.
“Pembekalan ini penting bagi pengurus saat ini maupun calon pengurus mendatang, agar memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang kuat sebagai dasar menjalankan organisasi,” pungkasnya.***








