Bandung Barat, 7 Agustus 2025 — DPD LDII Kabupaten Bandung menggelar Workshop Regenerasi Perempuan di Saung Pangaisan, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Sebanyak 80 peserta hadir, terdiri dari pengurus dan anggota Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), dalam kegiatan yang difokuskan pada peningkatan kemampuan public speaking, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, yang juga bertindak sebagai pemateri utama.

Ia menekankan bahwa pembekalan ini penting untuk mendorong perempuan LDII agar lebih percaya diri dan aktif dalam peran-peran strategis dakwah maupun sosial.
“Pelatihan ini penting agar para ibu tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga siap menjadi pemateri, penggerak, dan pemimpin di tengah masyarakat,” jelas Didin.
Peserta dari Cileunyi, Chasriyah, mengaku sangat antusias mengikuti workshop tersebut.
Perempuan yang juga seorang Daiyah tersebut merasa banyak mendapatkan ilmu praktis, khususnya cara mengatur emosi dan menguasai materi saat berbicara di depan umum.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Selain menambah wawasan, juga memperluas relasi. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.
Workshop ini merupakan inisiatif dari Hj. Nining Hendasah, Ketua Bidang PPKK LDII Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi pengurus dan peningkatan SDM perempuan LDII agar lebih adaptif, komunikatif, dan kontributif.
Selama ini, Bidang PPKK LDII Kabupaten Bandung telah aktif menjalin sinergi dengan berbagai lembaga keislaman seperti MTW MUI Kabupaten Bandung, BKMM, MT Al-Fathu Masjid Pemda Kabupaten Bandung, serta organisasi perempuan dari Muslimat NU, Muhammadiyah, hingga Persis.
LDII Kabupaten Bandung Gelar Workshop Regenerasi Perempuan, Fokus Public Speaking dan Kepemimpinan





Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perempuan LDII mampu menjadi bagian dari gerakan sosial yang inklusif dan kolaboratif, menguatkan semangat ukhuwah islamiyah dan insaniyah di tengah masyarakat yang heterogen.***








