Karawang — DPD LDII Kabupaten Karawang bersama Pondok Pesantren Sumber Barokah turut menghadiri acara pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang periode 2025–2030, yang digelar pada Rabu (11/6/2025) di Aula H. Sopian, Gedung PLHUT, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang.
Mengangkat tema “Karawang Maju, Rukun dan Sejahtera, Berbuat Baik untuk Semua, dan Menanam untuk Masa Depan”, acara tersebut menjadi momentum penting dalam meneguhkan semangat kerukunan antarumat beragama.
Hadir berbagai tokoh lintas agama, pejabat daerah, serta unsur organisasi keagamaan di Kabupaten Karawang.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menegaskan bahwa FKUB memegang peran strategis dalam menjaga harmoni sosial.
“Kerukunan harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar jargon. FKUB adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan persatuan masyarakat Karawang,” ujar Aep.
Acara dilanjutkan dengan sesi pembekalan bagi para pengurus baru yang berlangsung secara interaktif. Sekretaris FKUB, Muhammad Abdul Sholeh, memoderatori diskusi dan menekankan pentingnya sensitivitas sosial serta kearifan lokal dalam merespons keberagaman.
“Pengurus FKUB harus memahami karakter masyarakat dan nilai-nilai lokal untuk membangun dialog lintas agama yang konstruktif dan membumi,” jelas Sholeh.
Ketua DPD LDII Kabupaten Karawang, Asep, menyatakan kesiapan LDII untuk terus bersinergi dengan FKUB dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun suasana yang harmonis.
“Kami percaya kerukunan menjadi pondasi utama dalam memajukan daerah. LDII berkomitmen aktif menjaga komunikasi lintas iman dan mendukung inisiatif FKUB,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Barokah, Mustaghfirin Hasyim. Ia menilai FKUB sebagai ruang strategis untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerja sama antaragama.
“Forum ini harus melibatkan generasi muda agar nilai-nilai toleransi terus diwariskan dan dijaga,” kata Mustaghfirin.
Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Karawang.
Dalam doanya, ia menegaskan bahwa meskipun berbeda keyakinan, masyarakat Karawang dapat bersatu dalam semangat perdamaian dan kemanusiaan.








