Kuningan 03/06/25—Dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan desa, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kuningan menghadiri kegiatan penanaman pohon dan tanaman pangan di Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang.
Kegiatan ini digelar atas inisiatif DPD Gema Jabar Hejo Kabupaten Kuningan bersama Pemerintah Desa Windusari.
Kepala Desa Windusari, Kodiman, S.E., membuka acara secara resmi dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah desa dalam menjaga lingkungan serta mendorong kemandirian pangan warga.
Penanaman pohon dilakukan di lahan kebun belakang Balai Desa Windusari, yang strategis untuk menjaga sumber mata air desa.
Sebanyak 85 bibit pohon ditanam sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan. Selain itu, jagung dan buah naga juga ditanam sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
DPD LDII Kuningan mengirimkan 20 personel bekerja sama dengan SENKOM Mitra Polri untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini. Keterlibatan LDII menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung program sosial dan pembangunan desa.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kuningan, Sutarjo, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi LDII dalam menjaga lingkungan dan membangun kolaborasi lintas sektor. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Ketua DPD Gema Jabar Hejo Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk membangun desa yang mandiri dan lingkungan yang sehat.
Kepala Desa Windusari menambahkan, peran pemuda dan kelompok tani sangat penting untuk menjaga keberlangsungan program. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan.
LDII Kuningan Ikut Tanam Pohon dan Pangan di Windusari, Dukung Lingkungan dan Ketahanan Pangan Desa



Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat mampu memberi dampak positif bagi lingkungan dan masa depan desa.









