Bandar Lampung – M. Cakra Bima, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) yang juga merupakan warga LDII Lampung, sukses menyita perhatian publik kampus usai dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam wisuda UBL, Rabu (21/5/2025).
Bima, sapaan akrabnya, mencatat IPK sempurna 4,00 dan menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan, menjadikannya salah satu lulusan tercepat dan termuda di angkatannya.
Dalam skripsinya, ia mengangkat tema hukum praktis berjudul “Implementasi Penyelesaian Perkara Wanprestasi Melalui Mekanisme Gugatan Sederhana (Studi Putusan Nomor 4/Pdt.G.S/2024/PN Gdt).”
Prestasinya tidak berhenti di angka IPK. Bima juga menorehkan publikasi ilmiah di jurnal internasional dan jurnal nasional terindeks Sinta 5, memperkuat profil akademiknya sebagai mahasiswa unggulan.
Aktif, Produktif, Inspiratif
Tak hanya jago akademik, Bima juga aktif di berbagai kegiatan organisasi. Ia menjabat sebagai:
- Pengurus Forum Mahasiswa Islam (FMI)
- Sekretaris PKBI Cabang Bandar Lampung
- Anggota aktif di Law-Ang Legal Group Discussion
- Ketua Remaja Islam Masjid (Risma) Da’watul Ihsan di Perumahan Puri Sejahtera, Hajimena, Natar, Lampung Selatan.
Di luar kampus, ia juga sempat terlibat dalam program Kampus Mengajar Angkatan 7 dari Kemendikbudristek pada Februari–Juni 2024.
Program ini memberikan pengalaman mengajar langsung di sekolah-sekolah untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa.
Kiat Sukses dari Bima
Saat diwawancarai, Bima tak segan membagikan tips suksesnya:
“Kunci utamanya adalah seimbangkan waktu antara ibadah, belajar, dan bermain. Saya juga selalu review materi setelah dan sebelum kuliah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keaktifannya di kelas dan kedekatannya dengan dosen jadi penentu utama kesuksesannya.
“Saya selalu aktif bertanya, apalagi kalau belum paham. Konsultasi rutin dengan dosen dan rajin cari info akademik juga penting banget biar nggak ketinggalan,” tambahnya.
Doa Orang Tua, Kunci Utama
Bima menyebut bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya, Joko Raharjo dan Marta Heti Maryani.
“Doa ibu dan bapak itu luar biasa. Alhamdulillah, Allah ijabah semua doa mereka,” ungkapnya penuh haru.









