JATINANGOR — Pimpinan Cabang (PC) LDII Rancaekek berpartisipasi aktif dalam Akademi Entrepreneur Angkatan 2 yang diselenggarakan DPW LDII Jawa Barat di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.
Bertajuk “Start Your Engine, Start Now for a Better Tomorrow”, program ini diikuti 110 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat — termasuk perwakilan PC LDII Rancaekek, Ahmad Fauzan dan Saefulloh. Keikutsertaan keduanya mencerminkan komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di bidang kewirausahaan.
Seleksi Lebih Ketat, Kelas Lebih Terarah
Program angkatan kedua ini difokuskan bagi individu yang belum memiliki usaha namun memiliki kesungguhan untuk belajar dan berkembang. Evaluasi angkatan pertama — yang diikuti 119 peserta pada Januari lalu — mendorong penyelenggara menerapkan seleksi lebih ketat agar peserta yang hadir benar-benar siap berkembang.
Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Manusia (EPM) DPW LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada angkatan kedua ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap dunia kewirausahaan.
“Pada angkatan pertama Januari lalu tercatat 119 peserta. Di angkatan kedua ini, minatnya semakin tinggi. Banyak yang datang dari berbagai daerah untuk belajar dan mengembangkan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, angkatan kedua ini dirancang lebih strategis dengan pengelompokan kelas sesuai bidang usaha, meliputi TikTok Business, Shopee Seller, dan Shopee Affiliate.
Wirausaha Harus Selaras dengan Nilai Keagamaan
Ketua DPW LDII Jawa Barat, drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort., menegaskan pentingnya membangun pola pikir wirausaha yang selaras antara keberhasilan ekonomi dan nilai-nilai religius.
Menurutnya, seorang wirausahawan harus mampu membaca peluang, berani mengambil risiko, serta siap menghadapi dinamika bisnis modern.
“Entrepreneurship harus dibangun dengan mindset kuat, strategi matang, dan tetap selaras dengan nilai keagamaan agar mampu memberikan manfaat luas,” tegasnya.
Materi utama disampaikan oleh Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Jawa Barat, H. Sunarli Abdul Muiz, M.Pd., bertajuk “Mubaligh Harus Kaya”.
Materi ini menyoroti pentingnya kekuatan ekonomi sebagai bagian dari kontribusi dakwah dan pembangunan umat.
Sunarli menegaskan, kekayaan yang dikelola secara benar dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung dakwah, sosial, dan kemajuan organisasi.
Dibekali Strategi Bisnis Digital
Peserta juga mendapatkan pembekalan teknis dari para praktisi bisnis digital, mencakup strategi pemasaran di TikTok, optimalisasi Shopee Seller, hingga peluang penghasilan melalui Shopee Affiliate.
Materi ini dirancang untuk membekali peserta menghadapi ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.
Program mencakup tiga komponen utama: pembekalan teori, praktik langsung, serta pendampingan strategis — agar peserta mampu mengembangkan usaha secara realistis dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Melalui Akademi Entrepreneur ini, PC LDII Rancaekek berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi usaha nyata dan berkelanjutan — melahirkan wirausahawan muda yang sukses secara finansial sekaligus berkontribusi dalam dakwah dan pembangunan organisasi.***









