Margaasih (Kamis, 22 Mei 2025) – Dalam semangat konsisten dan konsekuen menuntut ilmu, warga PAC LDII Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, terus menggelar pengajian rutin ba’da subuh setiap hari Senin hingga Sabtu.
Bertempat di Masjid Baitul A’la, kajian ini secara khusus membahas enam kitab hadis atau Kutubus Sittah yang menjadi rujukan utama umat Islam.
Pengajian berdurasi 30 menit ini telah berjalan puluhan tahun. Bahkan, warga LDII berhasil mengkhatamkan Shahih Bukhari dalam kurun waktu 15 tahun.
Saat ini, kajian berlanjut pada kitab Shahih Muslim. Materi disampaikan secara bergantian oleh para ustadz, di antaranya Ustadz H. Mulyono, Ustadz Tomi Hadiwijaya, Ustadz Yazid Hadiyanto, Ustadz Muhkhamim, serta ustadz muda seperti Ust. Ale dan Ust. Firman.
Sekitar 20 jamaah hadir dalam setiap kajian, terdiri dari warga sekitar Masjid Baitul A’la, mulai dari remaja hingga lansia. Agenda ini bertujuan memperkuat ketakwaan umat melalui pemahaman mendalam terhadap hadis-hadis Rasulullah SAW, baik secara teori maupun praktik, secara berkelanjutan.
Ketua DKM Masjid Baitul A’la, Suparjo Rustam, menyatakan dukungannya terhadap pengajian ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan keislaman warga LDII yang rutin berlangsung setiap hari, tidak hanya pada waktu subuh.
“Pengajian ini sudah kami sampaikan juga kepada pihak MUI tingkat desa dan kecamatan saat mereka bersilaturahim ke LDII. Harapannya, kegiatan ini dapat semakin mempererat sinergi dalam membina umat,” ungkapnya.
Pengajian Kutubus Sittah Rutin Ba’da Subuh, Jamaah LDII Mekarrahayu Konsisten Kajian Ilmu Hadis



Dengan semangat istiqamah, warga LDII Mekarrahayu berupaya menjadikan pengajian ini sebagai wahana penguatan akidah, pembinaan akhlak, dan peningkatan pemahaman keislaman yang menyeluruh di tengah masyarakat.
—








