Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung turut menghadiri Konsolidasi Internal Biro dan Bagian PPKK DPW LDII Provinsi Jawa Barat yang dirangkaikan dengan seminar bertema “Merangkul Asa, Menjalin Harmoni”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Aulia Jatinangor (GAJ), Kabupaten Sumedang.
Konsolidasi ini diikuti oleh perwakilan PPKK DPD LDII dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Kehadiran PPKK LDII Kabupaten Bandung menjadi wujud komitmen aktif dalam memperkuat peran perempuan serta ketahanan keluarga melalui sinergi dan penyelarasan program kerja lintas daerah.
Seminar dan konsolidasi menghadirkan jajaran pimpinan DPW LDII Jawa Barat, di antaranya Ketua DPW LDII Jawa Barat drg. H. Dicky Harun dan Sekretaris DPW LDII Jawa Barat H. Oos Koswara, S.Pd, yang memberikan arahan strategis serta penguatan kebijakan organisasi.
Selain itu, seminar menghadirkan Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si dan dr. Halfi Farmasar, Sp.KFR sebagai narasumber. Kegiatan dipandu oleh Dr. Susan Maulani, M.Pd selaku moderator, dengan Ahyamuni Malahayati, A.Md.Par sebagai pembawa acara.
Tema “Merangkul Asa, Menjalin Harmoni” menegaskan pentingnya peran perempuan dalam keluarga sebagai fondasi kehidupan, baik dalam menjaga keharmonisan rumah tangga maupun dalam membentuk karakter generasi penerus yang kuat dan berdaya.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, PPKK LDII Kabupaten Bandung memperoleh penguatan visi, wawasan, dan strategi dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga agar lebih terarah serta berdampak nyata di masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antardaerah.
PPKK LDII Kabupaten Bandung menilai kolaborasi yang solid antarwilayah merupakan kunci keberhasilan program PPKK hingga ke tingkat keluarga.
Dengan demikian, hasil konsolidasi dan seminar ini diharapkan mampu memperkokoh peran PPKK sebagai mitra strategis dalam pembinaan keluarga serta mencetak perempuan yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi positif bagi terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis.***









