JEMBER – Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan wisata Pantai Papuma memasuki hari ketiga, namun hingga Senin (30/3/2026) sore, korban masih belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Muhammad Sheva Yusuf (22), warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang merupakan bagian dari rombongan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 06.45 WIB di area tebing bawah Siti Hinggil, yang merupakan zona terlarang bagi pengunjung.
Berdasarkan keterangan di lapangan, korban sebelumnya datang bersama rombongan sekitar 13 orang dari PC LDII Umbulsari untuk berkemah di kawasan Pantai Papuma sejak Jumat sore.
Keesokan paginya, korban bersama dua rekannya menuju bibir pantai di area terlarang untuk berfoto. Meski telah diingatkan oleh saksi agar tidak memasuki zona tersebut, korban tetap nekat karena merasa mampu berenang.
Namun nahas, gelombang tinggi tiba-tiba datang dan menyapu ketiganya. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret arus hingga tenggelam dan hilang.
Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada pengelola wisata dan aparat setempat. Petugas dari Polsek Wuluhan bersama tim SAR segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil.
Memasuki hari ketiga, operasi pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan pembagian tugas kepada seluruh unsur gabungan yang terlibat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal melalui berbagai metode.
“Pencarian terus kami lakukan secara intensif melalui jalur darat, laut, dan udara dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Kami berkomitmen untuk terus berupaya hingga korban ditemukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujarnya.
Tim SAR melakukan pemantauan udara menggunakan drone di sekitar lokasi kejadian. Sementara pencarian di laut dilakukan menggunakan perahu karet dengan metode parallel search pattern.
Di darat, penyisiran dilakukan sepanjang garis pantai dari kawasan Papuma hingga Pantai Malikan dengan jarak sekitar 4,1 kilometer.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Jember, Pos AL Puger, Polair Puger, Polsek dan Koramil Wuluhan, SAR lokal, relawan, masyarakat, serta Senkom SAR Kabupaten Jember.
Sejumlah peralatan dikerahkan, mulai dari kendaraan rescue, perahu karet bermotor, perlengkapan water rescue, alat medis, hingga perangkat komunikasi.
Meski demikian, proses pencarian menghadapi kendala berupa kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi, sehingga tim harus tetap mengutamakan faktor keselamatan.
Hingga pukul 17.00 WIB, dilakukan evaluasi harian dengan hasil korban masih belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan untuk tidak mengabaikan rambu larangan, terutama di kawasan rawan ombak seperti Pantai Papuma.***









