Jatinangor – SMA Generus Mandiri Gunung Putri Selatan, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan study tour pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di kawasan Jatinangor.
Dalam rangkaian tersebut, rombongan juga berkunjung ke kantor DPW LDII Jawa Barat di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, pada Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini menjadi upaya sekolah untuk memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan tinggi dan pembinaan karakter.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, H. Dicky Harun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat menambah pengetahuan pelajar sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
“Semoga study tour ke perguruan tinggi dan PPM Nurul Hakim dapat meningkatkan minat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sebagai realisasi membentuk generasi profesional religius,” ujarnya.
Fokus LDII dalam Pembinaan Generasi Muda
Dicky menjelaskan bahwa LDII memiliki perhatian besar pada pembinaan generasi muda, baik dari sisi peningkatan pendidikan maupun pendalaman nilai keagamaan. Salah satu bentuknya adalah fasilitas Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) yang membina mahasiswa dari berbagai kampus di sekitar Jatinangor.
“PPM juga mendidik mahasiswa menjadi mubaligh–mubalighot atau dai–daiyah bersertifikasi MUI,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, Dicky turut menjelaskan sejarah LDII, struktur organisasi, program unggulan, serta kontribusi LDII dalam mendukung pemerintah dalam pembinaan umat dan pengembangan sumber daya manusia.
Dorongan Motivasi Belajar bagi Siswa
Kepala SMA Generus Mandiri, Linda Umamah, S.Pd., mengatakan kunjungan ini bertujuan memberikan motivasi bagi peserta didik agar lebih siap melanjutkan pendidikan.
“Kunjungan dan sosialisasi oleh PPM diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta didik untuk menjadi sarjana yang sekaligus memiliki kompetensi mubaligh atau mubalighot,” jelasnya.




Peserta Kegiatan
Study tour ini diikuti 64 peserta, terdiri dari 48 siswa dan 16 guru pendamping. Sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman inspiratif yang mendorong siswa merancang masa depan akademik dan karakter keagamaan yang lebih baik.***









