Artikel ini berisi renungan mendalam tentang tantangan moral dan sosial di era modern, khususnya dalam konteks menyongsong pergantian tahun. KH. Edy Suparto dari DPP LDII mengingatkan pembaca untuk memaknai perkembangan teknologi secara bijak, tidak terjebak dalam godaan yang menurunkan moral, dan menjaga generasi muda agar tetap dalam koridor ajaran Islam.
Beliau mengutip hadis-hadis dan ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan kemerosotan moral dari masa ke masa. Teknologi canggih, meski membawa manfaat besar, juga membuka pintu terhadap kemaksiatan seperti n4rk0b4, m1r4s, jud1 0nl1ne, L687, p0rn09r4f1 hingga pergaulan bebas. Beliau menekankan pentingnya perlawanan terhadap gaya hidup tasyabbuh (menyerupai kaum jahiliyah atau nonmuslim) dalam perayaan tahun baru yang sering kali disalahgunakan untuk pesta pora dan pemborosan.
Pesan utama dari artikel ini adalah perlunya bimbingan dan kegiatan positif untuk generasi muda, terutama di malam tahun baru. Alternatif seperti pengajian, makan bersama, atau aktivitas yang menyenangkan namun tetap sesuai syariat bisa menjadi solusi untuk menghindarkan mereka dari pelanggaran agama.
Pesan reflektif ini ditutup dengan doa agar generasi muda terhindar dari berbagai bentuk kemaksiatan, menjadi pribadi profesional religius, dan mampu menerapkan karakter luhur dalam kehidupannya.
Tahun Baru, Tantangan Generasi, dan Refleksi Islami
Oleh Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, KH Edy Suparto
Tidak terasa, kita telah berada di penghujung tahun 2024, bersiap menyambut tahun 2025. Tradisi perayaan pergantian tahun di berbagai belahan dunia sering diisi dengan pesta kembang api, makan bersama keluarga dan teman, serta kegiatan sosial lainnya. Namun, di tengah euforia ini, umat Islam diingatkan untuk merenungkan kondisi moral masyarakat yang semakin merosot seiring waktu.
Kemajuan teknologi, terutama gawai, memang memberikan manfaat besar seperti kemudahan komunikasi dan akses informasi. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi pintu kemaksiatan seperti judi online, pornografi, serta penyebaran ideologi dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Rasulullah SAW telah mengingatkan:
لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ
“Tidak datang satu zaman kecuali zaman sesudahnya lebih buruk daripada zaman sebelumnya.” (HR. Bukhari)
Meski teknologi terus berkembang, moralitas manusia menghadapi tantangan serius. Fenomena seperti dekadensi moral, pelanggaran akhlak, dan kemaksiatan menjadi semakin lazim.
Tantangan Moral di Era Modern
Kondisi masyarakat saat ini menunjukkan kemerosotan nilai-nilai yang dulu dijunjung tinggi. Contohnya, dahulu anak-anak dikenal sangat menghormati orang tua. Kini, banyak yang melawan, bahkan ada yang tega menyakiti mereka. Guru yang dahulu menjadi panutan kini kehilangan wibawa, bahkan ada oknum guru yang terlibat skandal moral.
Beberapa perilaku yang dahulu dianggap tabu kini menjadi lazim, seperti konsumsi alkohol yang dijual bebas, bahkan secara daring. LGBT, yang dahulu dipandang menyimpang, kini dilegalkan di beberapa negara, sesuai sabda Rasulullah SAW:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ
“Kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga jika mereka masuk ke lubang dhob (biawak), kalian pun akan mengikutinya.” (HR. Muslim)
Kemudahan akses teknologi turut menyebarkan gaya hidup tasyabbuh (meniru non-Muslim) yang dilarang dalam Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud)
Solusi Islami untuk Malam Tahun Baru
Untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam kemaksiatan, malam pergantian tahun dapat diisi dengan kegiatan positif. Misalnya, pengajian santai, makan bersama, atau diskusi keislaman yang bermanfaat.
Hal ini penting untuk menjauhkan mereka dari aktivitas seperti n4rk0b4, m1r4s, jud1 0nl1ne, L687, p0rn09r4f1, dan perilaku tidak bermoral lainnya. Allah SWT berfirman:
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 26-27)
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang sangat buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Doa untuk Generasi Penerus
Sebagai orang tua dan pembimbing, mari kita doakan generasi penerus agar terhindar dari segala bentuk kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللّٰهِ
“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung/negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR. Al-Hakim)
Marilah kita berdoa:
“Ya Allah, lindungilah generasi penerus kami dari n4rk0b4, m1r4s, jud1 0nl1ne, L687, p0rn09r4f1, dan segala bentuk perbuatan maksiat. Jadikanlah mereka generasi yang profesional religius dengan karakter luhur. Aamiin.”








