Cileunyi — Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang beribadah di Masjid Nasrullah, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, meningkatkan aktivitas ibadah menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut diisi dengan iktikaf, tadarus Al-Qur’an, serta kajian keagamaan yang berlangsung sejak Sabtu malam (14/3/2026).
Puluhan jamaah LDII bersama masyarakat sekitar mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebagai upaya memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan sekaligus mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan.
Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak infak selama Ramadan.
Setelah itu, para jamaah melaksanakan tadarus Al-Qur’an dan iktikaf di dalam masjid hingga larut malam.
Masjid Nasrullah yang menjadi pusat kegiatan dakwah PC LDII Cileunyi pada malam tersebut dipadati jamaah dari berbagai kalangan, termasuk remaja masjid dan masyarakat sekitar yang turut memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat spiritualitas.
Ketua PC LDII Cileunyi, H. Nandang Abdul Syukur, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga semangat ibadah jamaah agar tetap istiqamah hingga penghujung Ramadan.
Menurutnya, pertengahan Ramadan sering menjadi fase di mana sebagian orang mulai mengendurkan ibadah. Padahal, sepuluh malam terakhir justru merupakan momentum utama untuk meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah.
“Kami ingin memastikan semangat warga tidak kendur di pertengahan Ramadan. Masjid Nasrullah terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri demi meraih keberkahan Ramadan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan iktikaf, tadarus, serta kajian Al-Qur’an dan Al-Hadist mengenai keutamaan Lailatul Qadar diharapkan dapat memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah.
.jpeg=w0-h0-p-k-no-nu)
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para jamaah tampak antusias mengikuti setiap sesi kajian dan ibadah, mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan.***









