Mekarrahayu, Margaasih — Warga PAC LDII Mekarrahayu melaksanakan Sholat Gerhana Bulan Total pada Selasa malam (3/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar usai salat Isya dan Tarawih sebagai bentuk pengamalan sunnah Rasulullah ﷺ dalam menyikapi fenomena gerhana.
Gerhana dipahami sebagai ayat Allah yang menegaskan kebesaran dan kekuasaan-Nya, bukan peristiwa mistis atau pertanda kelahiran maupun kematian seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044).
Diawali Tausiyah, Ditutup Khutbah
Kegiatan diawali dengan tausiyah, dilanjutkan pelaksanaan Sholat Gerhana, kemudian ditutup dengan khutbah.
Sholat dipimpin KH Deden, salah satu Penasehat PC Margaasih.
Secara tata cara, Sholat Gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan empat kali rukuk dan empat kali sujud, diakhiri tahiyat akhir, sesuai tuntunan syariat.
Tingkatkan Iman dan Ketakwaan
Warga mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Momentum gerhana dimaknai sebagai pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, takbir, shalat, dan sedekah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peristiwa alam yang menakjubkan itu semakin menambah keimanan dan ketakwaan jamaah serta memperkuat komitmen dalam mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ. ***








