Dari Penyembah Api hingga Sahabat Nabi: Kisah Salman Al Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia

ldiikabbandung.or.id — Jauh sebelum menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW, Salman Al Farisi menempuh perjalanan panjang lintas negeri demi menemukan kebenaran.

Ia lahir di Persia sebagai penganut Majusi yang bertugas menjaga api suci, namun kegelisahan batin mendorongnya meninggalkan kehidupan mapan untuk mencari agama yang diyakini mampu memberi ketenangan.

Perjalanan spiritual itu akhirnya membawanya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arab. Salman kemudian memeluk Islam dan dikenal sebagai salah satu sahabat yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, serta kontribusi penting dalam sejarah Islam.

Salah satu peran terbesar Salman Al Farisi tercatat dalam Perang Khandaq, ketika ia mengusulkan strategi penggalian parit sebagai benteng pertahanan Kota Madinah.

Taktik militer yang lazim digunakan di Persia tersebut saat itu belum dikenal oleh masyarakat Arab. Strategi ini terbukti efektif menahan pasukan sekutu yang mengepung Madinah.

Berasal dari Keluarga Terhormat di Persia

Salman Al Farisi lahir di Desa Jayyun, Kota Isfahan, Persia. Dalam buku Salman Al Farisi, Petualang Pencari Kebenaran karya Zaidin Sidik disebutkan bahwa ia memiliki kedudukan terhormat di lingkungannya karena dipercaya menjaga api suci dalam tradisi Majusi.

Meski demikian, ia merasa tidak menemukan ketenteraman dalam keyakinan tersebut. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju tanah milik ayahnya, Salman melewati sebuah gereja Nasrani dan mendengar orang-orang sedang beribadah.

Rasa penasaran membuatnya masuk dan menyaksikan ibadah tersebut. Dari percakapan dengan para jemaat gereja, ia mengetahui bahwa ajaran tersebut berasal dari wilayah Syam (Syria). Sejak saat itu, keinginannya untuk mencari kebenaran semakin kuat.

Perjalanan Panjang Hingga Bertemu Nabi Muhammad

Salman kemudian melakukan perjalanan ke Syam bersama para pedagang dan tinggal bersama beberapa pendeta untuk mempelajari ajaran mereka. Namun pencarian tersebut belum berakhir.

Ia terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Jazirah Arab dan bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Pertemuan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Salman terkesan dengan kejujuran serta akhlak Rasulullah. Beberapa kali ia memberikan hadiah kepada Nabi, tetapi Rasulullah selalu membagikan hadiah tersebut kepada para sahabat. Sikap itu semakin menguatkan keyakinan Salman terhadap kenabian Muhammad SAW.

Akhirnya, ia memutuskan memeluk Islam dan menjadi salah satu sahabat yang dekat dengan Nabi.

Hidup Sederhana Meski Menjadi Gubernur

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Salman Al Farisi turut berpartisipasi dalam masa penaklukan Kekaisaran Sasaniyah. Setelah kekaisaran tersebut runtuh, ia dipercaya menjadi gubernur di wilayah Al-Madain, yang kini berada di sekitar Tisfon, Irak.

Meski memegang jabatan penting, Salman dikenal tetap hidup sederhana. Ia masih bekerja di kebun kurma dan memilih menyedekahkan gaji yang diterimanya.

Selain dikenal dermawan, Salman juga dikenal sebagai sosok yang cerdas. Ia disebut sebagai tokoh yang menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Persia agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat non-Arab.

Salman Al Farisi wafat pada pertengahan abad ke-7. Sebagian riwayat menyebutkan tahun 653 M, sementara riwayat lain menyebutkan 656 M. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari variasi catatan sejarah yang ada. Wallahu a’lam.***

admin

admin

LINES DPD LDII KABUPATEN BANDUNG — humas LDII dalam pelurusan informasi, penyebaran berita Karya, Kontribusi dan Komunikasi PAC, PC, dan DPD.

Artikel Terkait:

LDII Baleendah Ingatkan Pentingnya Mencari dan Mengonsumsi Rezeki Halal Sesuai Syariat Islam

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Baleendah mengingatkan pentingnya mencari dan mengonsumsi rezeki halal karena berdampak pada keberkahan hidup dan diterimanya ibadah.

DPP LDII Tetapkan Puasa Asyura Dilaksanakan 26 Juni

DPP LDII menetapkan 1 Muharam 1448 H jatuh pada 17 Juni 2026. Puasa Tasu’a dilaksanakan 25 Juni dan Puasa Asyura pada 26 Juni 2026.

Leave a Reply

Artikel Pilihan

LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

  • By admin
  • April 27, 2026
  • 178 views
LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

Peran Teknologi dalam Penguatan Pendidikan Islam di Era Digital

  • By admin
  • February 17, 2026
  • 286 views
Peran Teknologi dalam Penguatan Pendidikan Islam di Era Digital

21 Generasi Muda LDII Ikuti Progam Coaching Clinic Forsgi bersama Eintracht Braunschweig – Klub Liga 2 Jerman (Bundesliga 2)

  • By admin
  • February 14, 2026
  • 315 views
21 Generasi Muda LDII Ikuti Progam Coaching Clinic Forsgi bersama Eintracht Braunschweig – Klub Liga 2 Jerman (Bundesliga 2)

Liga Sahabat LDII Cimahi 2025–2026 Tuntas, Dorong Karakter Pemuda Lewat Sepak Bola

  • By admin
  • February 9, 2026
  • 316 views
Liga Sahabat LDII Cimahi 2025–2026 Tuntas, Dorong Karakter Pemuda Lewat Sepak Bola

Festival Forsgi Jawa Barat Zona 4 Fokuskan Pembinaan Karakter dan Prestasi Usia Dini

  • By admin
  • February 1, 2026
  • 839 views
Festival Forsgi Jawa Barat Zona 4 Fokuskan Pembinaan Karakter dan Prestasi Usia Dini

Pengajian Akhir Tahun LDII Ciamis Bekali Generus Jiwa Wirausaha Berbasis Ibadah

  • By admin
  • January 2, 2026
  • 426 views
Pengajian Akhir Tahun LDII Ciamis Bekali Generus Jiwa Wirausaha Berbasis Ibadah