Soreang — Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang dinilai tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan pendidikan serta pembentukan generasi berakhlakul karimah di Kabupaten Bandung.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) VIII LDII Kabupaten Bandung di Gedung M. Toha, Soreang, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Dadang Supriatna, kontribusi LDII sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“NKRI harga mati,” tegasnya.
Ia menambahkan, LDII merupakan salah satu organisasi masyarakat Islam yang diakui negara dan telah berkontribusi sejak berdiri pada 1972, termasuk dalam pembinaan karakter serta penyelenggaraan pendidikan formal di lingkungan warganya.
Bupati Bandung juga memaparkan capaian pembangunan pendidikan di daerahnya, yang tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga mencapai 76,58 poin, disertai kenaikan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk kontribusi LDII Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, menyampaikan bahwa MUSDA VIII menjadi momentum penting untuk evaluasi, konsolidasi, dan perumusan arah kebijakan organisasi ke depan.
Didin Suyadi sampai dengan pelaksanaan MUSDA VIII, memimpin DPD LDII Kabupaten Bandung setelah ditetapkan melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada 19 Januari 2025, menyusul wafatnya Ketua sebelumnya, almarhum Dr. H. Agus Muharam, pada 22 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, LDII terus berkembang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kontribusi di masyarakat. Kepengurusan saat ini telah terbentuk di 29 kecamatan dan 142 desa/kelurahan di Kabupaten Bandung.
“MUSDA ini bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi dalam dakwah dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
MUSDA VIII mengusung tema “Bersinergi dalam Dakwah untuk Mengokohkan Akhlak Mulia dan Kemandirian Umat dalam Mewujudkan Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas.”
Menurut Didin, penguatan akhlak mulia menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, sementara kemandirian umat menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah.
LDII juga menjalankan delapan program prioritas pengabdian untuk bangsa, meliputi bidang kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, pangan dan lingkungan hidup, kesehatan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

Melalui MUSDA ini, LDII berharap lahir kepemimpinan yang amanah serta program kerja yang adaptif dan berdampak, sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung.***








