Kabupaten Bandung — Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi organisasi melalui delapan klaster program strategis yang menjadi fokus utama selama lima tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung masa bakti 2021–2026, Didin Suyadi, saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) VIII di Gedung M. Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Sabtu (23/5/2025).
Dalam paparannya, Didin menjelaskan bahwa delapan bidang prioritas tersebut meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, lingkungan hidup, teknologi digital, hingga energi baru terbarukan. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat rekognisi dan akseptansi sosial LDII di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.
Menurutnya, bidang kebangsaan menjadi salah satu prioritas utama organisasi. Selama masa kepengurusan, LDII aktif membangun komunikasi dan silaturahim dengan pemerintah daerah, Forkopimda, jajaran TNI, serta tokoh lintas agama guna memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan.
“Bidang kebangsaan menjadi prioritas utama kami. Kami aktif melakukan audiensi dengan pemerintah, silaturahim dengan TNI, serta terlibat dalam pendidikan politik menjelang pemilu,” ujar Didin.
Selain itu, LDII juga terus memperkuat program sosial kemasyarakatan melalui kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan di kawasan aliran Sungai Citarum.
Di bidang organisasi, LDII Kabupaten Bandung mencatat perkembangan signifikan. Kepengurusan organisasi kini telah terbentuk di 29 dari 31 kecamatan melalui Pimpinan Cabang (PC), serta 142 Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat desa dan kelurahan dari total 280 desa di Kabupaten Bandung.
“Pertumbuhan jumlah PC dan PAC ini menunjukkan tingkat signifikan dalam upaya penguatan organisasi hingga akar rumput,” tambahnya.
Paparan tersebut mendapat apresiasi dari peserta MUSDA VIII. Seluruh peserta menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan secara bulat dan kembali mengusulkan Didin Suyadi secara aklamasi untuk memimpin LDII Kabupaten Bandung masa bakti 2026–2031.
Melalui penguatan delapan program strategis tersebut, LDII Kabupaten Bandung diharapkan terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.***








