Pengurus Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Baleendah, Abdullah Faqih, mengingatkan pentingnya umat Islam menjaga kehalalan dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam mencari dan mengonsumsi rezeki yang diperoleh sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Abdullah Faqih dalam kegiatan pembinaan warga yang digelar PC dan PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Masjid Baitul A’mal, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa sebagai seorang muslim, kehidupan telah diatur melalui pedoman yang jelas sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, termasuk dalam urusan memperoleh rezeki dan mengonsumsi sesuatu yang masuk ke dalam tubuh.
Menurutnya, Islam mengajarkan bahwa setiap harta, makanan, maupun penghasilan yang diperoleh harus berasal dari jalan yang halal, baik dari sisi barang yang dikonsumsi maupun proses mendapatkannya.
Ia merujuk pada firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal dan baik, serta larangan mengikuti langkah-langkah setan.
Selain itu, Abdullah juga mengingatkan kandungan Surat An-Nisa ayat 29 yang melarang umat Islam memperoleh harta dengan cara-cara batil atau tidak sesuai ketentuan agama.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa mengonsumsi sesuatu yang tidak halal bukan hanya berdampak pada kehidupan dunia, tetapi juga membawa konsekuensi serius dalam kehidupan spiritual seorang muslim.
Menurutnya, seseorang yang terbiasa memakan atau memperoleh sesuatu dari jalan yang haram dikhawatirkan akan lebih mudah mengikuti godaan setan, sehingga menjauh dari keberkahan hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam terdapat penjelasan bahwa doa seseorang dapat terhalang untuk dikabulkan apabila hidupnya dipenuhi dari sumber yang tidak halal.
Selain itu, amal ibadah yang dilakukan juga dikhawatirkan tidak diterima secara sempurna apabila seseorang tidak menjaga kehalalan dalam kehidupannya.
Lebih jauh, Abdullah menegaskan bahwa setiap daging atau tubuh yang tumbuh dari sesuatu yang berasal dari barang haram akan membawa konsekuensi berat di hadapan Allah SWT apabila tidak disertai taubat dan perbaikan diri.
Karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam memilih sumber penghasilan, menjaga makanan yang dikonsumsi, serta memastikan seluruh aktivitas ekonomi dilakukan dengan cara yang halal sesuai tuntunan agama.

Menurutnya, menjaga kehalalan rezeki bukan sekadar urusan makanan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ibadah, keberkahan hidup, serta keselamatan seorang muslim di dunia dan akhirat.***








