https://ldiikabbandung.or.id/ – DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Barat melalui Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mengembangkan jaringan Agen Pos sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Program tersebut disosialisasikan di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, Sabtu (1/8/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata LDII Jawa Barat dalam membuka peluang usaha baru bagi warga melalui kemitraan Agen Pos.
Selain menambah sumber pendapatan keluarga, program tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Ketua Biro EPM DPW LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari program Academy Entrepreneur yang sebelumnya telah melahirkan calon-calon wirausahawan baru.
“Program ini merupakan ikhtiar kami agar warga LDII memiliki sumber penghasilan yang lebih baik. Kami ingin semakin banyak warga yang berani bertransformasi dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha,” ujarnya.
Biro EPM menargetkan sedikitnya 100 Agen Pos yang dikelola warga LDII di seluruh Jawa Barat.
Tulus memperkirakan, apabila setiap Agen Pos mampu membukukan omzet rata-rata minimal Rp10 juta per bulan, maka 100 agen berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp1 miliar setiap bulan.
“Dampaknya tentu akan sangat besar bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat 42 calon Agen Pos yang menyatakan kesiapan bergabung.
Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni sembilan calon agen, disusul Kota Bandung sebanyak enam calon agen.
Peserta lainnya berasal dari Tasikmalaya, Karawang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dr. drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort., menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Menurutnya, penguatan sektor ekonomi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Ia menilai PT Pos Indonesia memiliki keunggulan karena didukung jaringan layanan yang menjangkau hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
“Saya melihat program ini memiliki kemanfaatan sekaligus keberkahan. Karena itu, meskipun sebelumnya belum masuk dalam rencana kerja anggaran, saya menginstruksikan agar program ini segera dijalankan sehingga warga dapat memanfaatkan peluang usaha yang tersedia,” ujar Dicky.
Ia juga mendorong para calon pengusaha agar berani memulai usaha dan tidak hanya berhenti pada teori.
“Menjadi pengusaha tidak cukup hanya memahami teori. Yang terpenting adalah keberanian untuk mengeksekusi. Learning by doing. Selama mau belajar, membuka pikiran, dan terus memperbaiki diri, insyaallah peluang sukses akan semakin besar,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti Dewan Pembina LDII Jawa Barat, pengurus DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Barat yang hadir secara luring maupun melalui Zoom, termasuk dari Kabupaten Bandung.
Sosialisasi menghadirkan narasumber Dr. Joni Eka Putra dari PT Pos Indonesia dan Wirastomo Dwi Purbo Jati dari PT Zoom.
Melalui kolaborasi ini, LDII Jawa Barat berharap semakin banyak pelaku usaha baru lahir dari kalangan warga.
Selain memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, pengembangan jaringan Agen Pos juga diharapkan mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas akses layanan logistik nasional hingga ke berbagai daerah.***








