CILEUNYI – Kantong plastik, bubble wrap, koran bekas, hingga karung beras biasanya berakhir sebagai barang tak terpakai.
Namun, di tangan warga LDII Kecamatan Cileunyi, berbagai material tersebut justru disulap menjadi busana unik dan menarik.
Kreasi tersebut tampil dalam lomba fashion show berbahan daur ulang dan barang bekas yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks Nashrulloh, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2026).
Sebanyak empat kontestan yang mewakili tiga grup beradu kreativitas dengan menghadirkan busana dari material yang sudah tidak digunakan.
Bukan sekadar memperagakan pakaian, para peserta juga mengolah barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai estetis.
Grup 1 mengusung tema King and Queen. Mereka memanfaatkan bubble wrap sebagai bahan celana panjang pria dan jubah perempuan.

Bagian atasan dibuat dari kantong plastik atau keresek, sedangkan rok menggunakan kerudung bekas yang dihiasi untaian botol air minum bekas.
Kreasi tersebut semakin lengkap dengan aksesori dari sedotan dan stik es krim. Sementara itu, rompi pria dibuat dari kertas lipat berwarna yang memberikan kesan unik dan mewah.
Kreativitas berbeda ditampilkan Grup 2. Dengan memanfaatkan kertas koran, peserta mengolahnya melalui teknik lipat menjadi gaun lengkap dengan aksesori.
Hasilnya, material sederhana tersebut berubah menjadi busana yang menarik saat diperagakan.
Adapun Grup 3 mengusung tema peri dan berhasil mencuri perhatian juri. Gaun dibuat dari kantong plastik, sementara karung bekas beras dimanfaatkan sebagai bahan sayap bidadari.
Perpaduan kreativitas busana dan penampilan model akhirnya mengantarkan Grup 3 sebagai juara pertama.
Grup 1 meraih juara kedua, sedangkan Grup 2 menempati peringkat ketiga.
Fashion show tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan setelah upacara bendera dan botram dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Selain menghadirkan hiburan, lomba ini memperlihatkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi karya kreatif.



Semangat tersebut sejalan dengan pesan dalam peringatan kemerdekaan di Kompleks Nashrullooh, yakni menumbuhkan nasionalisme dan mengisi kemerdekaan melalui perilaku positif, berakhlakul karimah, profesional, dan religius.***
Kontributor foto & Berita: Hj. Rohmah Karnasuriatna








