KABUPATEN BANDUNG – Majelis Taklim (MT) Al-Fathu Pemda Kabupaten Bandung mengangkat isu kepedulian lingkungan melalui pengajian rutin bulanan yang digelar Selasa, 27 Oktober 2026.
Mengusung tema “Menyambut Hari Santri Nasional, Saatnya Jaga Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Berbasis Majelis Taklim”, kegiatan ini mengajak kaum perempuan berperan dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan dari lingkup keluarga dan masyarakat.
Perwakilan Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Uswatun Nisa LDII Kabupaten Bandung turut mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta yang hadir di antaranya berasal dari PC LDII Cileunyi.

Salah seorang perwakilan PPKK Uswatun Nisa dari LDII Cileunyi, Tribuwana, menjelaskan bahwa pengajian diawali dengan tadarus bersama Al-Qur’an sebanyak satu juz, yakni Juz 29.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya para peserta untuk menyelesaikan bacaan Al-Qur’an secara bertahap.
“Insyaallah, bulan depan kami melanjutkan tadarus dengan Juz 30 sebagai bagian dari ikhtiar menghatamkan Al-Qur’an,” ujar Tribuwana.
Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, dan tawasul. Rangkaian ibadah tersebut menjadi pengantar sebelum peserta menyimak materi utama tentang kepedulian lingkungan.
Materi disampaikan oleh Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd., yang membahas pentingnya pengelolaan sampah berbasis majelis taklim dalam menyambut Hari Santri Nasional.
Tema ini menempatkan majelis taklim bukan hanya sebagai ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak melihat bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan membangun kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Keterlibatan majelis taklim diharapkan dapat memperluas penerapan kebiasaan tersebut melalui keluarga dan lingkungan sekitar.
Perempuan memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan sehari-hari di rumah yang dapat mendukung lingkungan lebih bersih dan sehat.
Partisipasi PPKK Uswatun Nisa LDII Kabupaten Bandung dalam pengajian ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antarmajelis taklim sekaligus memperluas wawasan keagamaan dan sosial.


Dengan demikian, nilai-nilai yang dipelajari dalam pengajian diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan.***








