Kediri, 17 April 2025 — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., MARS, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Rabu (16/4).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Erwin didampingi jajaran pejabat Dinkes Jatim dan Kota Kediri.
Turut hadir dalam rombongan, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinkes Jatim Malik Afif, Kadinkes Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, Kabid Kesehatan Masyarakat Hendik Suprianto, serta Subkoordinator Promosi Kesehatan Dinkes Kota Kediri Emy Widyastuti dan Rully Yudha U.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto, didampingi Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto, serta jajaran pengurus pondok.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengunjungi salah satu pondok terbaik di Kota Kediri. Terima kasih atas inspirasi yang diberikan,” ungkap Prof. Erwin dalam sambutannya.
Prof. Erwin menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Ia menyebut, sinergi antara pondok pesantren, Kementerian Agama, FKUB, dan Dinas Kesehatan Kota Kediri menjadi model kolaboratif yang sangat efektif.
“Isu kesehatan tidak bisa ditangani oleh Dinkes saja. Kita perlu dukungan konkret dari para pimpinan pondok, apalagi terkait penurunan angka kematian ibu dan bayi, pencegahan stunting, hingga upaya membangun generasi emas 2045,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Erwin juga mengapresiasi inisiatif Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Wali Barokah yang telah mengadopsi sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup. Mulai dari bayi, remaja, dewasa hingga lansia, layanan kesehatan di pondok sudah terstruktur dan berjalan baik.
“Banyak program Dinkes seperti PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) sudah diterapkan. Bahkan urusan nutrisi di pondok ini juga luar biasa. Makanan sehat menjadi prioritas,” tambahnya.
Ia juga menyoroti komitmen pondok dalam menyediakan menu makanan sehat yang terdiri dari nasi, protein, dan buah, yang menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi muda.
Di akhir kunjungannya, Prof. Erwin menyampaikan harapan agar Ponpes Wali Barokah bisa menjadi role model bagi lebih dari 4.600 pesantren lainnya di Jawa Timur.
Ia juga berharap program IKI Pesat (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovatif Pondok Pesantren Sehat) serta SAJADAH (Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah) bisa terimplementasi lebih luas dan membawa keberkahan.
Menanggapi hal itu, KH Sunarto menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian Dinkes Jatim terhadap pondok pesantren.
“Kami yakin Bapak Kadinkes telah menerima informasi mengenai berbagai upaya kami dalam mewujudkan PHBS di lingkungan pondok,” ujarnya.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas pondok, mulai dari Poskestren, asrama santriwati, dapur umum, hingga bakery Alqomar yang menyuplai roti dan makanan sehat untuk para santri.
Kadinkes Jatim Kunjungi Ponpes Wali Barokah Kediri





“Melalui kunjungan ini, kami berharap mendapat masukan berharga untuk terus meningkatkan manajemen pondok, khususnya dalam bidang kesehatan,” tutup KH Sunarto.









