Kasdim, atau Kepala Staf Distrik Militer, adalah pejabat yang bertugas mendukung Komandan Distrik Militer (Dandim) dalam mengelola dan mengawasi jalannya operasional serta administrasi di lingkungan Kodim. Peran Kasdim sangat krusial dalam merancang, mengendalikan, dan memastikan kelancaran berbagai kegiatan di wilayah teritorialnya.
Saat ini, posisi Kasdim 0624/Kabupaten Bandung diemban oleh Mayor CKE (K) Sri Nurhaeni. Beliau aktif dalam berkoordinasi dengan Forkopimda, camat, serta kepala desa dan lurah termasuk menerima kunjungan dari berbagai organisasi.
Terkait hal tersebut, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung melakukan kunjungan ke Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) 0624 Kabupaten Bandung dan bertemu dengan Sri Nurhaeni yang bertempat di ruang kerja Kasdim pada Selasa (18/2).
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan serta menjalin sinergi dalam berbagai aspek, khususnya terkait ketahanan dan kebersamaan di masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPD LDII Drs. Didin Suyadi bahwa LDII memiliki 8 Klaster Program Unggulan dengan Wawasan Kebangsaan menjadi klaster yang pertama.

“Kebangsaan menjadi poin utama bagi LDII dalam menyusun program unggulan, contohnya saat melaksanakan Diklat Dai Daiyah, peserta dibekali Wawasan Kebangsaan dengan pemateri dari Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung,” ungkap Didin.
Hal lain yang juga ditegaskan yaitu mengenai sinergi dan kolaborasi dalam program kebangsaan, menurut Didin saat ini warga LDII sebagai warga negara yang baik, memahami, dan melaksanakan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Arif Nurul Iman, S.E., mengungkapkan bahwa Didin Suyadi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

“Musdalub ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas wafatnya Ketua sebelumnya, Dr. H. Agus Muharam, M.M., yang terpilih pada Musda VII untuk masa bakti 2021-2026,” imbuh Arif kepada Kasdim 0624/Kabupaten Bandung, Sri Nurhaeni.
Dalam suasana penuh keakraban, Mayor Chb (K) Sri Nurhaeni menegaskan bahwa dirinya telah mengenal LDII sejak lama.
“Saya mengenal LDII sejak menjabat sebagai Danramil 0925/Cimahi Utara, terutama saat menjadi Danramil 0910/Cisarua,” ujarnya.
“Saya juga memiliki hubungan dekat dengan Ketua PPKK LDII Kabupaten Bandung, Bu Ningning,” sambungnya, yang juga pernah menjabat sebagai Danramil 0926/Margahayu pada tahun 2017.
Sri pun berpesan agar LDII selalu berkoordinasi dengan Babinsa di setiap wilayah saat mengadakan kegiatan.
“LDII tidak perlu ragu untuk berkomunikasi dan mengajak Babinsa dalam setiap acara atau kegiatan,” pungkasnya.
DPD LDII Kabupaten Bandung dan Kasdim 0624 Bersinergi: Perkuat Ketahanan Pangan dan Wawasan Kebangsaan
Kasdim 0624/Kabupaten Bandung menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai faktor utama dalam upaya mengentaskan stunting, khususnya di wilayah Soreang dan sekitarnya.
Menurutnya, permasalahan ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Islam, pemerintah, serta komunitas lokal.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan solusi berkelanjutan dalam meningkatkan gizi masyarakat, memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas, serta mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat demi generasi yang lebih kuat dan sehat di masa depan.



Sebagai bagian dari rangkaian Kunjungan Audiensi DPD LDII Kabupaten Bandung yang disambut hangat oleh Kasdim 0624/Kabupaten Bandung, Mayor CKE (K) Sri Nurhaeni, turut dilakukan penyerahan plakat LDII, buku Nilai-Nilai Kebajikan, Kalender LDII 2025, serta majalah Nuansa yang menjadi bukti Bakti Kita LDII untuk Negeri.








