JAKARTA — DPP LDII menghadiri undangan buka puasa bersama yang diselenggarakan Kedutaan Besar Federasi Rusia di Wisma Duta Besar, Kuningan, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari penguatan dialog budaya sekaligus membuka peluang kerja sama konkret di bidang pendidikan, sains, dan teknologi antara Indonesia dan Rusia.
Sekretaris DPP LDII Dody T. Wijaya menilai momentum Ramadan bukan sekadar ajang silaturahim, tetapi juga ruang strategis mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Kami mengapresiasi undangan buka puasa bersama ini. Ramadan menjadi sarana memperkuat saling pengertian dan membangun kolaborasi positif antara masyarakat Indonesia dan Rusia,” ujarnya.
Hadirkan Tokoh Nasional dan Diplomat
Acara tersebut turut dihadiri mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, jajaran diplomat, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dody menegaskan, LDII sebagai ormas yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan terbuka terhadap kolaborasi yang memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Peluang Pengembangan SDM dan Pertukaran Pelajar
Menurut Dody, hubungan bilateral tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, melainkan juga lewat pertukaran budaya dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia melihat peluang kerja sama dalam bentuk:
- pertukaran pelajar dan akademisi,
- pengembangan riset bersama,
- peningkatan kapasitas teknologi dan energi.
“Hubungan antarbangsa dapat diperkuat melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan dan sains,” tambahnya.
Sebagai negara dengan kekuatan di bidang teknologi dan energi, Rusia dinilai memiliki potensi kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan SDM Indonesia.
Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral
Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov mengapresiasi kehadiran DPP LDII dalam jamuan tersebut. Ia berharap momentum Ramadan semakin mempererat hubungan kedua negara.

DPP LDII juga menegaskan komitmennya mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan serta menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Dengan pendekatan dialog budaya dan pendidikan, kerja sama Indonesia–Rusia diharapkan tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga menyentuh pengembangan masyarakat secara langsung.***








