Nganjuk, Jawa Timur – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan santunan bagi 350 anak yatim piatu dan duafa di wilayah Kertosono.
Acara yang berlangsung pada Kamis (27/3) ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para santri.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak pesantren didirikan oleh KH Nurhasan Al Ubaidan pada 1950-an.
“Kami terus melanjutkan apa yang telah dicontohkan KH Nurhasan. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.
Menanamkan Kepedulian Sosial
Tidak hanya sebagai tradisi, kegiatan santunan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.
Habib Ubaid menegaskan bahwa kepedulian sosial harus dipraktikkan, bukan hanya dipelajari dalam teori.
“Dengan ini, santri tidak hanya memahami dalil tentang sedekah dan kepedulian sosial, tetapi juga merasakan langsung pentingnya berbagi dengan sesama,” tambahnya.
Ponpes Sebagai Pilar Moderasi Beragama
Lebih lanjut, Habib Ubaid menjelaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat.
Selain mendidik santri dalam ilmu agama, Ponpes Al Ubaidah juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam membangun akhlak yang baik di tengah masyarakat.
“Santri kami dibekali dengan wawasan kebangsaan yang kuat agar menjadi agen moderasi beragama. Namun, pembinaan terus-menerus tetap diperlukan agar nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI selalu tertanam dalam diri mereka,” jelasnya
Apresiasi Pemerintah Daerah
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada Ponpes Al Ubaidah atas kontribusinya dalam membangun kesadaran kebangsaan bagi para santri.
“Kami berterima kasih atas kerja sama dengan Polres, Kejari, MUI, Kemenag, dan Kodim Nganjuk dalam memberikan materi kebangsaan kepada santri sebelum mereka diterjunkan ke masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kegiatan santunan sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Ini adalah wujud kebersamaan dan gotong royong yang harus terus dijaga. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang,” tambahnya.
Imbauan Jelang Mudik Lebaran
Menjelang musim mudik Lebaran, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, mengingatkan masyarakat untuk menjaga keselamatan dan kondusivitas wilayah.
“Berdasarkan data Gubernur Jawa Timur, diperkirakan ada 16 juta orang yang akan mudik ke provinsi ini. Pemerintah bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan selama arus mudik,” ujarnya.
Hadiri Santunan Anak Yatim di Ponpes Al Ubaidah, Bupati Nganjuk Apresiasi Wawasan Kebangsaan Para Santri






Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Forkopimcam, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua DPW LDII Jawa Timur Moh Amrodji Konawi, serta Ketua DPD LDII Nganjuk Murkani.








