Majalengka, 20 Mei 2025 — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Majalengka menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Safari Keagamaan Anti Korupsi yang digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Majalengka di MAN 2 Rajagaluh. Acara yang berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025 ini diikuti oleh tokoh agama, penyuluh, pendidik keagamaan, dan penghulu se-Kabupaten Majalengka.
Ketua DPD LDII Majalengka, H. Atje Kusnadi, S.IP, turut hadir memenuhi undangan tersebut sebagai bentuk komitmen LDII dalam mendukung upaya pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan keagamaan dan dakwah moral.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Majalengka, Drs. H. Ajam Mustajab, M.Si, menekankan bahwa korupsi merupakan tindakan yang merusak moral bangsa dan berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Korupsi adalah tindakan tidak bermoral yang merugikan rakyat. Kemiskinan yang masih terjadi di negeri ini merupakan akibat dari praktik korupsi yang dibiarkan,” tegasnya.
Ia pun mengajak para tokoh agama untuk menjadi pelopor antikorupsi, khususnya dalam sektor-sektor vital seperti politik, pendidikan, pemerintahan desa, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, hadir sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.
“Yang menyuap dan yang disuap sama-sama bersalah di mata hukum. KPK tidak memiliki cabang di daerah, oleh karena itu peran tokoh agama dan masyarakat sangat krusial,” tegasnya.
Ibnu juga memaparkan statistik kasus korupsi yang ditangani KPK hingga tahun 2024:
- Swasta: 468 kasus
- Pejabat Eselon I-IV: 437 kasus
- Anggota DPR/DPRD: 363 kasus
- Kepala Daerah (Bupati/Wakil): 171 kasus
- Gubernur: 30 kasus
- Lain-lain: 245 kasus
LDII, melalui jalur dakwah dan pendidikan karakter, menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam membangun budaya antikorupsi di tingkat akar rumput. LDII menilai, kegiatan semacam ini sangat strategis untuk membangun bangsa yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan.









