OKU Timur, Sumatera Selatan — Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten OKU Timur menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Pondok Pesantren Nurul Huda Tugu Harum, Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Jumat, 9 Mei 2025.
Mengusung tema global “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi Kita, kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan sarat pesan edukatif dan spiritual.
LDII OKU Timur mengintegrasikan aksi lingkungan dengan konsep Asta Teologi, yakni pandangan keagamaan yang menekankan pentingnya peran manusia sebagai penjaga alam ciptaan Tuhan.
Menanam Pohon, Menanam Harapan
Ketua DPD LDII OKU Timur, Mulyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada generasi muda, khususnya para santri.
“Pohon bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol kehidupan. Ketika kita menanam pohon, sejatinya kita sedang menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Mulyanto.
Penanaman pohon ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai tanggung jawab sosial dan ekologis dalam praktik kehidupan sehari-hari, sehingga para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap kelestarian alam.
Dukungan Pesantren dan Relevansi Program Nasional
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Ustadz Nasirudin, yang berharap gerakan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pesantren yang berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini membawa dampak jangka panjang, bukan hanya secara ekologis, tetapi juga secara ekonomi jika pohon-pohon ini dikelola dengan baik,” ujarnya.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Protas, yakni delapan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Salah satu poinnya adalah penguatan moderasi beragama dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan.
TAHUKAH ANDA?
OKU Timur merupakan singkatan dari Ogan Komering Ulu Timur, salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.
Ibu kotanya adalah Martapura, dan wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pendidikan agama serta pertanian.
Dengan karakter masyarakat yang religius dan sumber daya alam yang melimpah, OKU Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan program berbasis lingkungan dan keagamaan.









