Bekasi, 28 Juni 2025 — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kaliabang Tengah menggelar kegiatan Munaqosah Generasi Penerus di Masjid Al-Fatah, Kavling Pengarengan, Bekasi Utara.
Kegiatan yang dilangsungkan pada Sabtu ini menjadi bagian dari agenda tahunan sebagai bentuk evaluasi pembelajaran agama Islam di lingkungan kelompok binaan LDII.
Kegiatan ini diikuti oleh para santri yang selama ini aktif mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di bawah bimbingan para guru dan pembina.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan doa harian, serta pemahaman dasar-dasar agama Islam.
Ketua RT 05 RW 28, Muklisin, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai Munaqosah bukan hanya ajang ujian, melainkan bentuk pembinaan karakter generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Bukan sekadar evaluasi, tapi juga pembinaan berkelanjutan agar anak-anak tumbuh dengan dasar agama yang kuat,” ujarnya di hadapan peserta dan orang tua santri.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Fatah, Suyono, juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan generasi Qur’ani.
Ia menyatakan komitmen masjid dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan remaja.
“Kami sangat mendukung. Masjid Al-Fatah akan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membina dan memberdayakan generasi muda,” katanya.
H. Darman selaku pembina DKM turut hadir memberikan motivasi kepada peserta. Kehadiran para tokoh masyarakat, wali santri, dan para pembina menambah semangat para peserta yang tampil menunjukkan hasil belajar mereka.
Antusiasme para santri terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi penutupan. Suasana kekeluargaan dan kehangatan terasa saat orang tua turut menyaksikan pencapaian anak-anak mereka. Dukungan moral dari keluarga dianggap sebagai faktor penting dalam menjaga semangat belajar para santri.
Eko Purnomo, wali KBM kelompok, menambahkan bahwa Munaqosah menjadi salah satu metode efektif untuk memantau perkembangan peserta didik sekaligus mempererat hubungan antara pembina, santri, dan orang tua.
“Dengan evaluasi ini, kita bisa melihat sejauh mana capaian anak-anak. Tapi yang lebih penting, mereka belajar tanggung jawab dan kedisiplinan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, LDII Kaliabang Tengah menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dalam pemahaman agama, disiplin dalam ibadah, serta berakhlak mulia.
Pembinaan semacam ini menjadi bekal penting bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman sebagai jati diri.***









