KABUPATEN BANDUNG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bandung menggelar pelatihan khusus hisab dan rukyatul hilal guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap metode penentuan kalender Hijriah berbasis ilmu astronomi dan syariat Islam.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut dilaksanakan secara hybrid, memadukan pertemuan langsung di Masjid Baitul Amal Baleendah, Kabupaten Bandung, serta diikuti peserta lain secara daring melalui Zoom Meeting.
Sekitar 60 peserta yang terdiri dari ustaz, mubaligh, pelajar, hingga akademisi mengikuti pelatihan bertema Hisab dan Rukyat Menurut Syariat.
Dalam kegiatan itu, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Dr H Wilnan Fatahillah SHI MH MM CFLS, hadir sebagai pemateri utama.
Ia menjelaskan perkembangan ilmu falak dalam Islam yang terus berkembang dari metode observasi tradisional sejak era Babilonia hingga penggunaan sistem modern seperti Wujudul Hilal dan Imkanur Rukyat MABIMS yang kini menjadi acuan di Indonesia dalam penetapan awal bulan Hijriah.
Menurut Wilnan, pemahaman astronomi Islam menjadi bagian penting dalam membantu umat menjalankan ibadah sekaligus menjaga keselarasan dengan keputusan pemerintah terkait penetapan kalender Hijriah.
“Rasulullah menggunakan kata ru’yah yang bermakna melihat hilal dengan mata kepala. Melalui pemahaman yang benar mengenai astronomi Islam, kita dapat meminimalisir kesulitan umat dalam beribadah sekaligus menguatkan ketaatan terhadap ketetapan pemerintah,” ujarnya.
Tak hanya menerima materi teori, peserta juga mendapat kesempatan praktik langsung merakit serta menggunakan alat observasi bulan menggunakan teleskop manual maupun teleskop digital.
Sesi praktik dipandu Ust Muhammad Yusuf S.Pd., bersama H Abdullah Faqih. Peserta mempelajari teknik pengaturan koordinat hingga proses menangkap citra hilal secara digital, metode yang serupa dengan teknologi yang digunakan lembaga resmi seperti BMKG dalam pengamatan astronomi.
DPD LDII Kabupaten Bandung menyebut pelatihan ini menjadi langkah awal membangun kader falakiyah yang memiliki kemampuan teknis dalam pengamatan hilal secara mandiri.
Selain memperkenalkan metode astronomi Islam modern, kegiatan ini juga bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu berkontribusi dalam agenda rukyatul hilal dan sidang isbat nasional pada masa mendatang.
Melalui pelatihan tersebut, LDII Kabupaten Bandung mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.***








