RANCAEKEK – Warga Pengajian PAC LDII Rancaekek Kencana melakukan ibadah aqiqah sebagai bentuk pengamalan sunnah Rasulullah SAW.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di sekretariat PAC Rancaekek Kencana Kabupaten Bandung.
Aqiqah digelar atas kelahiran putra-putri dari Warga Pengajian, Teh Vanya dan Mas Merbi, yang beberapa waktu lalu dikaruniai anak.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa syukur atas amanah yang diberikan Allah SWT.
Penasehat PC LDII, H. Abdulloh Fauzi, menjelaskan bahwa aqiqah merupakan amalan yang disunnahkan bagi orang tua yang dikaruniai anak.

Pelaksanaannya dianjurkan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran, yang kemudian dilanjutkan dengan mencukur rambut bayi.
“Apabila pelaksanaannya di luar hari-hari tersebut, tetap diperbolehkan dan tidak menjadi masalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak sejatinya adalah titipan dari Allah SWT. Sebagai bentuk syukur atas titipan tersebut, orang tua dianjurkan melaksanakan aqiqah.
Secara umum, sunnah Nabi menyebutkan aqiqah dilakukan dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.
Namun, Rasulullah SAW pernah mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing dengan satu ekor kambing.
Lebih lanjut, ia menjelaskan keutamaan aqiqah, yakni apabila seorang anak meninggal dunia sebelum mencapai usia baligh, maka kelak di hari kiamat ia dapat menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya.
Bagi seseorang yang telah dewasa dan belum diaqiqahi, menurutnya tetap disunnahkan untuk melaksanakannya.
Ia mencontohkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada masa kekosongan kenabian, sementara kedua orang tuanya telah wafat. Ketika beliau telah dewasa dan diangkat menjadi nabi, beliau mengaqiqahi dirinya sendiri.





Kegiatan aqiqah tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan warga, sebagai wujud penguatan nilai keagamaan serta rasa syukur atas karunia kelahiran.***








