Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi mengukuhkan Ary Setyawan sebagai Guru Besar dalam bidang Konstruksi Jalan.
Acara pengukuhan berlangsung pada Sidang Terbuka Senat Akademik UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Jumat (20/12). Ary menjadi guru besar ke-30 di Fakultas Teknik dan ke-327 di lingkungan UNS.
Dalam pidato ilmiahnya bertajuk “Inovasi Teknologi untuk Jalan Mantap Berkelanjutan”, Ary Setyawan, yang telah berkarya lebih dari 33 tahun di bidang teknik sipil, memaparkan sejumlah inovasi konstruksi jalan yang ramah lingkungan dan tahan beban berat.
Pengalaman Ary meliputi bidang material jalan raya, infrastruktur, lingkungan, serta rehabilitasi dan pemeliharaan jalan.
Ary telah memperkenalkan berbagai inovasi teknologi di bidang infrastruktur jalan untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan. Salah satu inovasinya adalah perkerasan semi lentur, yang mengombinasikan daya dukung statis tinggi, ketahanan aus, serta kemudahan lalu lintas. Teknologi ini menggunakan lapisan aspal berpori yang dipasang dengan paver aspal tradisional, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban berlebih.
Selain itu, Ary juga mengembangkan alat penimbang kendaraan berjalan (WIM) yang memanfaatkan sensor serat optik. Alat ini tidak hanya mampu mendeteksi berat kendaraan, tetapi juga kecepatan dan konfigurasi roda kendaraan. Dengan kesiapan untuk diproduksi massal, teknologi ini dapat diterapkan di seluruh ruas jalan di Indonesia.
Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Ary menciptakan bioaspal ramah lingkungan yang diberi nama Daspahlt. Bioaspal ini dibuat dari bahan getah damar, yang dicampur dengan jabung, puing bata merah giling, dan minyak goreng berkualitas rendah. Teknologi ini menawarkan alternatif bahan aspal terbarukan dan mendukung pembangunan jalan yang lebih berkelanjutan.
UNS Kukuhkan Ary Setyawan, Wakil Ketua DPW LDII Jateng, sebagai Guru Besar Bidang Konstruksi Jalan
Inovasi lain yang dikembangkan Ary adalah penggunaan cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif di Aspal Mixing Plant (AMP). Melalui gasifikasi cangkang sawit, proses ini mampu mengurangi emisi CO2 hingga 40 persen dibandingkan dengan bahan bakar minyak. Energi yang dihasilkan juga cukup untuk produksi 1 ton hot-mix asphalt, menjadikannya solusi yang lebih ramah lingkungan.
Terakhir, Ary berkolaborasi dengan PT Hutama Karya melalui program Kedaireka 2023 untuk mengembangkan alat ukur maturitas beton berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini memberikan solusi yang efisien dalam pengujian beton, baik dari segi metode, waktu, maupun biaya, sehingga mendukung optimalisasi proyek konstruksi secara keseluruhan.
Ary Setyawan juga aktif sebagai Wakil Ketua DPW LDII Jawa Tengah, anggota Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), dan Himpunan Ahli Pemeliharaan Bangunan Gedung Indonesia (HAPBI).
Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari UNS pada 1991, Master of Science Engineering dari Leeds University, Inggris, pada 1998, dan Ph.D. dari Civil Engineering Department, Leeds University, pada 2003.
Pengukuhan ini bertepatan dengan Hari Jalan Nasional yang diperingati setiap 20 Desember, menjadikan momen ini istimewa karena menandai bertambahnya pakar konstruksi jalan di Indonesia yang lahir dari UNS.
Inovasi-inovasi Ary Setyawan diharapkan mampu mendorong pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.








