Mengutip pemberitaan dari halaman situs resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka tentang Pembukaan Cinta Alam Indonesia yang ke-47 di Wonosalam, Jombang Perak, Jawa Timur.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka resmi membuka PERMATA CAI (Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia) ke-47 Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari santri dan alumni Pondok Pesantren Gadingmangu, Gibran menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi momentum bonus demografi melalui penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kemandirian, serta kemampuan berwirausaha.
Menurutnya, Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi pada periode 2030 hingga 2045, ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif.
Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional.
“Anak-anak muda harus memperluas wawasan, memperkuat moral dan karakter, serta dibekali kemandirian dan keterampilan kewirausahaan. Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi antara tahun 2030 hingga 2045,” ujar Gibran dalam sambutannya.
Kegiatan PERMATA CAI 2026 disebut sejalan dengan implementasi visi pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, berkarakter, kompetitif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga meninjau kegiatan pemberdayaan ekonomi santri melalui unit usaha Al Qomar Bakery, salah satu program kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren yang kini berkembang dengan puluhan varian produk serta aktif memasarkan produknya secara digital.
Ia mengapresiasi model pengembangan usaha tersebut karena dinilai mampu menjadi sarana pembelajaran ekonomi sekaligus membentuk kemandirian santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Model usaha seperti ini sangat baik dan saya berharap bisa direplikasi di pesantren-pesantren lain di Indonesia,” kata Gibran.
Pemilik Al Qomar Bakery, Uswatun Hasanah, menjelaskan usaha tersebut awalnya berkembang melalui dukungan program dari Kementerian Perindustrian dan kini terus dikembangkan sebagai media pemberdayaan santri agar memiliki keterampilan berwirausaha.
Selain menekankan pentingnya pembangunan kualitas generasi muda, Wakil Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah keberagaman Indonesia sebagai negara plural.
“Sebagai bangsa yang majemuk dan beragam, kita harus benar-benar menjaga persatuan, kedamaian, dan nilai-nilai toleransi. Jangan sampai perbedaan justru memecah belah bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam menerima informasi di era digital dan tidak mudah terprovokasi oleh berita palsu yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya berita hoaks. Kita harus saling menjaga, saling mendukung, karena tidak ada negara yang bisa maju dalam kondisi tidak stabil dan terpecah belah,” tambahnya.
Turut mendampingi Wakil Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur, Warsubi selaku Bupati Jombang, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
PERMATA CAI 2026 diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kewirausahaan, serta mampu menjaga persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.







