CIPARAY — Festival Anak Sholeh PAC LDII Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026), menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan menyiapkan generasi penerus yang berakhlakul karimah, berilmu dan mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DKM Masjid Darussalam, Asep Kusnadi, B.Sc. menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, pendidik, masyarakat dan berbagai unsur lainnya agar pembinaan anak berlangsung secara berkelanjutan.
Asep mengawali penyampaiannya dengan memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Festival Anak Sholeh.
“Terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga acara Festival Anak Saleh ini dapat terselenggara dengan baik,” ujar Asep.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh masyarakat, jajaran kepolisian serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan arahan kepada peserta maupun penyelenggara.

Menurut Asep, keberlanjutan program pembinaan anak membutuhkan kerja sama berbagai unsur.
Masyarakat, orang tua, pendidik dan guru memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan yang diperoleh anak tidak berhenti pada kegiatan di sekolah maupun lingkungan keagamaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Asep berharap kegiatan tersebut dapat membibitkan generasi penerus yang memiliki kualitas keilmuan sekaligus akhlak yang baik.
“Harapannya, melalui program ini dapat membibitkan generasi penerus yang berkualitas, berakhlakul karimah, berilmu, dan mandiri. Generasi muda sekarang merupakan pemimpin yang akan datang, sehingga perlu dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang semakin kompetitif,” katanya.
Menurutnya, kemampuan anak dalam menghadapi masa depan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan. Karakter, akhlak dan kemandirian juga menjadi bagian penting dari bekal generasi muda.
Karena itu, Festival Anak Sholeh dapat menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pendidikan agama, pembinaan karakter dan keterlibatan masyarakat dalam satu kegiatan.
Semangat tersebut sejalan dengan tagline Festival Anak Sholeh PAC LDII Desa Pakutandang, yaitu “Menginspirasi, Mengedukasi dan Mengaktualisasikan Nilai-Nilai 29 Karakter Luhur bagi Generasi Penerus LDII.”
Di akhir penyampaiannya, Asep juga menyampaikan apresiasi kepada DPD LDII Kabupaten Bandung yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Anak Sholeh di PAC LDII Pakutandang, Kecamatan Ciparay.

Ia berharap dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dapat terus berjalan sehingga pembinaan anak tidak berhenti pada momentum festival, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung di keluarga dan masyarakat.***








