CIPARAY — Festival Anak Sholeh PAC LDII Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026), tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan bagi anak-anak, tetapi juga ruang untuk memperkuat pendidikan karakter sejak dini.
Dalam kegiatan yang mengusung tagline “Menginspirasi, Mengedukasi dan Mengaktualisasikan Nilai-Nilai 29 Karakter Luhur bagi Generasi Penerus LDII” tersebut, Ustaz H. Nandang Rohman, S.H.I., Ketua MUI Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, menekankan pentingnya akidah sebagai fondasi sebelum anak mendapatkan pendidikan ibadah, kesabaran dan kemasyarakatan.
Ustaz Nandang mengaku merasa tenang melihat kegiatan yang memberikan ruang bagi pembinaan keagamaan anak.
Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan pendidikan agama secara menyeluruh agar memiliki bekal dalam menghadapi kehidupan.
Ia menilai pendidikan akidah perlu ditempatkan sebagai dasar.
Anak tidak cukup hanya mengetahui bagaimana menjalankan ibadah, tetapi juga perlu memahami landasan dan tujuan dari ibadah tersebut.
“Kalau kita memberikan pelajaran kepada anak langsung pendidikan ibadah tanpa akidah dulu, kemungkinan susah sekali. Misalkan dalam salat kita memberikan pelajaran salat, tetapi akidahnya belum kuat. Untuk apa salat, siapa yang mewajibkan salat?” ujarnya.
Nandang mengaitkan pentingnya pendidikan akidah tersebut dengan pembelajaran yang terdapat dalam Surah Luqman.
Menurutnya, penguatan keyakinan kepada Allah menjadi dasar dalam pendidikan anak sebelum mereka diarahkan pada berbagai bentuk ibadah.
Setelah akidah, pendidikan ibadah juga perlu diarahkan pada pembentukan perilaku.
Ia mencontohkan salat yang semestinya tidak hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi juga memiliki nilai pendidikan bagi anak.
“Salat yang bagaimana yang mendidik anak supaya benar-benar taat kepada orang tua, terhadap masyarakat, hormat kepada orang tua,” katanya.
Selain akidah dan ibadah, Nandang menyebut pendidikan kesabaran sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.
Anak perlu dibiasakan menghadapi berbagai keadaan, baik saat memperoleh kemudahan maupun ketika menghadapi keterbatasan.
Menurutnya, kesabaran menjadi bekal agar anak tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan dalam kehidupan.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pendidikan kemasyarakatan.
Nandang menilai anak perlu dibiasakan menghormati orang tua, guru dan masyarakat sejak dini.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui materi, tetapi juga membutuhkan contoh nyata dari orang dewasa di lingkungan anak.
“Kalau anak didik kita dibekali pendidikan sejak dini, saya berharap mereka dapat menghormati orang tua dan menghormati siapa pun,” tuturnya.
Bagi Nandang, pendidikan agama pada akhirnya harus tercermin dalam perilaku.
“Anak yang mendapatkan pembinaan diharapkan tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Nandang.

Pesan tersebut selaras dengan semangat Festival Anak Sholeh PAC LDII Desa Pakutandang yang menempatkan nilai-nilai 29 Karakter Luhur sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus.***








