Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengaku miris terhadap data literasi Al-Qur’an generasi muda di Kabupaten Bandung yang disebut baru mencapai 24 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Bandung pada Senin (23/2/2026), sejak siang hingga menjelang Ashar, di Rumah Dinas Bupati Bandung, Kompleks Pemkab Soreang.

Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, bersama jajaran pengurus, di antaranya Dewan Penasehat H. Yayat Hernawan, H. Ade Rukmanto, H. Faqih (Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah), Wakil Ketua Arif Nurul Iman, H. Setyanto, serta dua perwakilan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), Hj. Ningning dan Rieneka.
Rekomendasi Tanggal dan Lokasi Musda
Dalam audiensi tersebut, Didin Suyadi menyampaikan agenda pelaksanaan Musda VIII yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026, sekaligus meminta arahan dari Bupati terkait waktu dan tempat pelaksanaan.

Merespons hal itu, Dadang Supriatna secara langsung merekomendasikan agar Musda VIII digelar pada 23 Mei 2026 di Gedung Moh. Toha Kabupaten Bandung.
Tak hanya itu, Bupati juga mempersilakan penggunaan Lapangan Upakarti sebagai lokasi kegiatan olahraga fun walk dalam rangkaian “Road to Musda VIII”.
Didin menjelaskan bahwa rangkaian Road to Musda akan diisi berbagai kegiatan strategis, termasuk Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dakwah dan Kemaslahatan untuk Umat”.
Paparan tersebut disambut antusias oleh Bupati.

Bupati Responsif Merekomendasikan Tanggal Kegiatan Musda LDII VIII.
Apresiasi Kontribusi LDII
Dalam pertemuan itu, Dadang Supriatna turut mengapresiasi peran aktif LDII dalam mendukung program pemerintah daerah.
“LDII selalu hadir dalam Safari Ramadan dan tarawih keliling,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran organisasi kemasyarakatan dalam berbagai agenda keagamaan dan sosial menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Soroti Literasi Al-Qur’an Generasi Muda
Selain membahas agenda organisasi, Bupati Bandung juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas.
Ia mengaku prihatin dengan data literasi Al-Qur’an generasi muda yang dinilai masih rendah.
“Saya merasa miris ketika menerima data bahwa generasi muda kita yang bisa membaca Al-Qur’an baru sekitar 24 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan keagamaan, untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan moral generasi penerus.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik dan ekonomi, tetapi juga menyangkut penguatan nilai spiritual dan akhlak generasi muda.***








